SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan mendapat apresiasi dari UNICEF. Melalui program Environmental Health Competition (EHC), Jawa Timur dinilai mampu mengembangkan pendekatan sanitasi yang berkelanjutan dengan mengandalkan inisiatif dan pembiayaan daerah sendiri.
Program yang digagas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sejak Januari 2026 tersebut mengadopsi pendekatan Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool (WASH FIT), sebuah perangkat untuk meningkatkan kualitas air, sanitasi, dan higiene di fasilitas kesehatan.
Namun, pelaksanaannya tidak berhenti pada penerapan metode yang diperkenalkan UNICEF. Pemprov Jatim mengembangkan EHC menjadi gerakan daerah dengan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta pembiayaan yang bersumber dari pemerintah provinsi.
Dalam waktu kurang dari satu tahun, pendekatan tersebut telah diperluas ke 15 kabupaten/kota. Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa peningkatan standar kesehatan lingkungan dapat berjalan lebih luas ketika pemerintah daerah memiliki komitmen dan kemampuan untuk mengelola program secara mandiri.
Chief Field Office UNICEF Indonesia, Arie Rukmantara, mengapresiasi langkah Jawa Timur yang mampu mengembangkan dukungan teknis awal menjadi program berkelanjutan.
"Kami kagum dan salut. Jawa Timur menunjukkan apa arti keberlanjutan yang sesungguhnya. UNICEF hanya memberikan dukungan teknis yang sangat terfokus di awal untuk mengembangkan konsep dan kerangka penilaian. Selebihnya, ini sepenuhnya kerja keras pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas kesehatan," ujar Arie.
Menurut dia, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan pemerintah daerah mengambil alih inisiatif, mengalokasikan anggaran sendiri, dan memperluas penerapannya ke berbagai wilayah.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
