Arie menilai pengalaman Jawa Timur dapat menjadi contoh kemitraan yang efektif antara lembaga internasional dan pemerintah. Pendampingan teknis yang terbatas pada tahap awal dapat mendorong mobilisasi sumber daya dalam negeri untuk menghasilkan perubahan yang lebih luas.
"Bagi UNICEF dengan WASH FIT-nya ini adalah model ideal kemitraan: bantuan teknis kecil dapat memicu mobilisasi sumber daya domestik yang jauh lebih besar. Jawa Timur membuktikan bahwa perubahan sistemik mungkin terjadi ketika ada kepemilikan lokal yang kuat. Prestasi ini milik Jawa Timur," tambahnya.
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa peningkatan kesehatan lingkungan bukan sekadar memenuhi standar kebersihan fasilitas, melainkan bagian penting dari mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Erwin Astha Triyono, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan menjaga standar air, sanitasi, dan higiene di puskesmas maupun rumah sakit.
"Kesehatan lingkungan adalah fondasi mutu dan keselamatan pasien. Kompetisi ini adalah cara kami memastikan standar WASH menjadi budaya kerja rutin di Puskesmas dan rumah sakit, bukan kegiatan sesaat," kata Erwin.
Dia menambahkan, apresiasi UNICEF menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kondisi fasilitas kesehatan agar lebih aman dan sehat bagi masyarakat, termasuk anak-anak, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan.
Pendekatan ini menempatkan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari tata kelola mutu yang perlu dijalankan secara konsisten. Dengan demikian, perbaikan sanitasi tidak hanya dilakukan ketika ada penilaian atau perlombaan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas pelayanan sehari-hari.
Dalam kompetisi yang mengadopsi pendekatan WASH FIT, tiga puskesmas berhasil menempati posisi terbaik. Puskesmas Wonokerto di Kabupaten Malang meraih peringkat pertama, disusul Puskesmas Gondosari di Kabupaten Pacitan pada posisi kedua dan Puskesmas Sukosari di Kota Madiun di posisi ketiga.
Selain kategori WASH FIT, UNICEF juga memberikan apresiasi kepada para pemenang kategori Lingkar atau Lingkungan Karakter Sehat.
Kota Mojokerto meraih juara pertama kategori tersebut, diikuti Kabupaten Tulungagung sebagai juara kedua dan Kota Malang pada posisi ketiga.
Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan pelayanan. Capaian para pemenang juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan praktik kesehatan lingkungan yang lebih baik.
UNICEF menilai pelaksanaan EHC menunjukkan bahwa pendampingan teknis dapat membantu memperkuat sistem pemerintah, menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap program, sekaligus mendorong penggunaan sumber daya domestik untuk memperluas penerapan kebijakan.
Sejalan dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah mengajukan permintaan resmi agar UNICEF melanjutkan dukungan teknis pada tahap berikutnya.
Langkah lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program sekaligus menjaga keberlanjutan peningkatan standar air, sanitasi, dan higiene di fasilitas kesehatan.
Pengalaman Jawa Timur menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar standar dan pedoman. Komitmen pemerintah daerah, pembiayaan yang berkelanjutan, serta penerapan konsisten di lapangan menjadi faktor penting agar fasilitas kesehatan semakin aman, bersih, dan sehat bagi masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
