Saat ini, panitia seleksi tengah melakukan penilaian terhadap 170 calon yang lolos administrasi. Penilaian meliputi gagasan dalam paper dengan bobot 50 persen, kualifikasi pendidikan 20 persen, dan rekam jejak 30 persen.
Melalui paper tersebut, para calon diminta memaparkan rencana kerja apabila terpilih sebagai anggota Dewan Pendidikan, sekaligus menyampaikan gagasan untuk menjawab berbagai persoalan pendidikan di Jatim.
Hasil penilaian akan digunakan untuk menyusun peringkat dan menentukan 50 calon yang berhak mengikuti tahap wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.
Panitia seleksi melibatkan lima akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, S.E., M.Sc. dari Universitas Brawijaya; Prof. Djoko Saryono dari Universitas Negeri Malang; Prof. Pardji, M.Pd. dari Universitas PGRI Madiun; Dr. Suko Widodo, M.Si. dari Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jatim; serta Dr. Diana Rahmasari, S.Psi., M.Psi. dari Universitas Negeri Surabaya.
Adapun unsur yang direncanakan mengisi Dewan Pendidikan Jatim periode 2027–2032 meliputi profesional, pakar hukum, DUDI, praktisi dan pakar pendidikan, penyelenggara pendidikan, serta perwakilan pendidikan berbasis kekhasan agama atau sosial budaya, bertaraf internasional, dan keunggulan lokal.
Organisasi profesi dan organisasi sosial kemasyarakatan juga masuk dalam komposisi yang direncanakan. Berdasarkan jadwal seleksi, pemeriksaan kelengkapan administrasi berlangsung pada 17–24 Oktober 2026. Pengumuman calon yang lolos administrasi dijadwalkan pada 27 Oktober, dilanjutkan tahap wawancara dan presentasi pada 30 Oktober 2026.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
