SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kasus kekerasan yang menewaskan seorang anak penyandang disabilitas berusia 10 tahun di Surabaya menjadi perhatian DPR RI. Peristiwa tragis ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan anak, deteksi dini kekerasan, serta keterlibatan keluarga dan lingkungan dalam mencegah kejadian serupa.
Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia mendatangi rumah keluarga korban di kawasan Rungkut, Surabaya, Jumat (23/10/2026). Kedatangannya untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendorong penguatan sistem perlindungan anak agar kasus kekerasan tidak kembali merenggut korban jiwa.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Doli didampingi Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dan anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar Achmad Nurdjayanto. Mereka menemui orang tua korban dan menyampaikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.
“Anak disabilitas usia 10 tahun, tentu ini menyakitkan bagi kita semua, memprihatinkan, sedih, dan sangat pantas rakyat Indonesia berduka atas kejadian ini,” ujar Ahmad Doli.
Ahmad Doli menilai, kasus kekerasan terhadap anak tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah jatuhnya korban. Menurut dia, langkah pencegahan harus diperkuat agar potensi kekerasan bisa diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi peristiwa yang lebih serius.
Ia mengungkapkan, kunjungannya ke Surabaya merupakan bagian dari rangkaian sekitar 10 hingga 11 kunjungan ke berbagai daerah untuk merespons kasus kekerasan terhadap anak.
“Saya sudah mewakafkan diri saya untuk membantu membela anak-anak Indonesia agar tidak lagi mengalami hal serupa,” katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
