Tangki Water Heater Jarang Dikuras, Ini Risiko yang Bisa Terjadi

Fahrezi Chandra
Tangki water heater jarang dikuras bisa memicu penumpukan kerak dan bakteri. Simak pentingnya perawatan rutin serta teknologi pengurasan mandiri. Foto iNewsSurabaya.id/Chandra

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perawatan water heater atau pemanas air kamar mandi kerap luput dari perhatian rumah tangga. Padahal, tangki yang jarang dibersihkan berpotensi mengalami penumpukan kerak, endapan mineral, hingga pertumbuhan bakteri yang dapat memengaruhi kualitas air dan kinerja perangkat.

Persoalan tersebut mendorong pengembangan teknologi pengurasan tangki yang lebih praktis. Salah satunya diperkenalkan melalui lini water heater UltimateHome Series yang dilengkapi teknologi Easy Drain dan Self Drain, sehingga pengguna dapat melakukan pengurasan secara mandiri tanpa selalu bergantung pada teknisi.

Head of Electrolux Product Line Wellbeing Category, Rino Nainggolan, mengatakan kemudahan perawatan menjadi salah satu aspek penting dalam penggunaan pemanas air rumah tangga. Menurut dia, kebersihan bagian dalam tangki perlu mendapat perhatian agar perangkat dapat digunakan dan dirawat secara lebih optimal.

“Kenyamanan sebenarnya dimulai dari bagian dalam yang bersih dan terawat. Melalui teknologi Easy Drain dan Self Drain, kami ingin memastikan konsumen mendapatkan water heater yang nyaman, aman, dan mudah dirawat tanpa harus selalu bergantung pada teknisi,” ujar Rino.

Penumpukan endapan di dalam tangki dapat terjadi akibat kandungan mineral dalam air yang berbeda-beda di setiap daerah. Jika dibiarkan, kondisi tersebut berpotensi mengganggu kinerja pemanas air dan meningkatkan kebutuhan perawatan.

Sejumlah tanda yang dapat muncul antara lain waktu pemanasan air menjadi lebih lama, kinerja perangkat menurun, hingga meningkatnya risiko gangguan pada komponen. Namun, kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh tangki yang kotor sehingga pemeriksaan tetap diperlukan apabila muncul masalah.

Salah satu kendala dalam perawatan water heater adalah proses pengurasan yang selama ini kerap memerlukan bantuan teknisi. Biaya kunjungan teknisi disebut dapat mencapai Rp250.000 sekali kunjungan, bergantung pada layanan dan kondisi perangkat.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network