Kapolresta Sidoarjo juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan perkembangan isu nasional dan institusi kepolisian.
Dia meminta warga memastikan informasi berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diimbau tidak langsung meneruskan kabar yang belum terkonfirmasi karena berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan.
Menurutnya, penyebaran informasi palsu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban. Karena itu, peran masyarakat diperlukan untuk menjaga ruang informasi tetap sehat dan tidak mudah terprovokasi.
Selain membahas persoalan kamtibmas dan kewaspadaan terhadap hoaks, kegiatan cangkrukan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan layanan pengaduan kepolisian.
Bobby mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan Call Center Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan atau kehadiran petugas di tengah masyarakat.
"Kami minta masyarakat bisa menggunakan layanan Call Center Polisi di nomor telepon 110 jika membutuhkan bantuan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat," tambahnya.
Melalui kegiatan dialog langsung seperti ini, Polresta Sidoarjo berharap komunikasi antara kepolisian dan warga semakin terbuka. Masukan masyarakat diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk mencari solusi atas berbagai persoalan keamanan di lingkungan Kabupaten Sidoarjo.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
