Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pimpin PKB Surabaya, M. Faridz Afif Targetkan Tambah Kursi DPRD pada Pemilu
Advertisement . Scroll to see content

Putri Gus Dur, Yenny Wahid Soroti Kepemimpinan Cak Imin di PKB 

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:11 WIB
  • author Redaksi
Putri Gus Dur, Yenny Wahid Soroti Kepemimpinan Cak Imin di PKB 
Yenny dengan tegas menyentil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mengatakan PKB dikelola berdasarkan paranoid.

SURABAYA, iNews.id - Perang dingin Putri Gus Dur, Zannuba Arrifah Chafsoh atau akrab disapa Yenny Wahid dengan Muhaimin Iskandar terus berlangsung. Yenny dengan tegas menyentil Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan mengatakan PKB dikelola berdasarkan paranoid.

Menurut Yenny Wahid, PKB seolah digembok dari dalam di mana para tokoh-tokoh senior era Abdurrahman Wahid alias Gus Dur tak diberi kesempatan untuk ikut beraktivitas politik.

“PKB sendiri memang saat ini dikelola dengan sangat berdasarkan paranoid,” kata Yenny.

Menurut Yenny Wahid, banyak para tokoh senior yang memang dekat dengan Gus Dur dan mengenal dekat Ketum PKB saat ini yakni Muhaimin Iskandar alias Cak Imin justru malah dikeluarkan dari PKB.

Ia menyampaikan, bahkan kekinian banyak para tokoh senior PKB justru memilih hijrah ke partai politik lain. “Ini ibaratnya PKB digembok dari dalam, semua kader-kader senior enggak masuk, semua. Tokoh-tokoh seperti Pak Mahfud MD, Pak Ali Masykur itu banyak sekali tokoh-tokoh yang bahkan sebagian hijrah ke partai lain, tapi hatinya tetap di PKB, cuman ya itu dikunci dari dalam,” tuturnya.

Lebih lanjut, Yenny menilai hal itu sudah terjadi 18 tahun lamanya. Menurutnya, kekuasaan Cak Imin seolah sangat absolut. “Kenyataannya itu, sudah 18 tahun, memimpin partai jadi ya kekuasaannya sangat absolut, jadi ini memang bukan sesuatu yang sehat lagi tapi sudah tidak sehat,” tandasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut