Gubernur Khofifah Minta ASN Tingkatkan Inovasi dan Perluas Jejaring

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menciptakan inovasi yang mampu menjadi solusi dari setiap permasalahan di intansi pemerintahan.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menutup acara Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) tahun 2022 di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Kamis (4/8/2022).
Di samping inovasi, Khofifah juga mendorong ASN untuk mampu membangun jejaring seluas luasnya. Jejaring ini merupakan modal untuk membangun sinergi dan kerjasama dengan berbagai pihak.
"Tidak boleh ASN mengatakan tidak bisa. ASN harus melakukan kolaborasi, jejaring atau kerjasama dengan berbagai pihak seperti media, intansi vertikal dan horizontal. ASN harus berfikir terbuka tidak boleh berfikir tertutup," katanya.
Semua persoalan, lanjut Khofifah, harus terantisipasi secara sistemik. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan sampai memberikan timbal balik kepada masyarakat. Artinya, para ASN ini harus melakukan proses peningkatan kapasitas maupun kompetensi, dilengkapi dengan penguasaan terhadap teknologi digital serta leadership yang kuat.
"Pelatihan kepemimpinan yang telah dijalani di BPSDM Jatim ini membentuk seorang birokrat menjadi pemimpin berkarakter. Dari kepemimpinan yang efektif, inovatif dan kepemimpinan yang memiliki daya saing akan menjadi pemimpin penggerak perubahan," terangnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU ini menambahkan, Jawa Timur terus berupaya melakukan kerja keras, inovasi hingga kolaborasi yang akhirnya membuahkan penghargaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Bahkan, Jawa Timur mencatatkan rangking pertama. Prestasi ini menunjukkan buah hasil kinerja yang baik dari para ASN Pemprov Jawa Timur," terangnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengungkapkan, penutupan PKA XVI dan XVII ini telah berlangsung selama 91 hari kerja. Mulai dari 11 April - 5 Agustus 2022 yang terdiri dari 31 hari pembelajaran klasikan (In Class) dan 60 hari kalender non klasikal.
"Allhamdulillah semua peserta telah mengikuti seminar dan dinyatakan telah lulus semua," ungkapnya
Editor : Ali Masduki