Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dukung Kesehatan Laut Situbondo, Perusahaan Telekomunikasi BUMN Ini Tanam 10.000 Bibit Lamun
Advertisement . Scroll to see content

Cerita Cak Cimin, Satu Dekade Keluar Masuk Hutan Liar

Jum'at, 02 September 2022 | 13:37 WIB
  • author Ali Masduki
Cerita Cak Cimin, Satu Dekade Keluar Masuk Hutan Liar
Aminudin atau Cak Cimin saat berada ditengah hutan. Foto/Dok Pribadi

Secara logis, nenek moyang mengajarkan banyak bahasa simbolik sejak dahulu kala agar tidak merusak habitat satwa maupun tumbuhan di pedalaman hutan. Sehingga kehidupan mereka tidak terganggu oleh ulah manusia.

Kadang kala, nenek moyang memberi sesajen berupa makanan di bawah pohon besar yang kemudian menjadi santapan bagi penghuninya. 

Satu pohon ibarat sebuah kota bagi ekosistem kehidupan flora fauna. Mulai dari hewan kecil hingga hewan pengerat seperti tupai. 

Padahal menurut penelitian, hewan-hewan liar tersebut dapat hidup sendiri tanpa perlu mendapat makanan dari manusia. 

"Pohon besar adalah tempat berdiamnya berbagai macam satwa. Ada burung, monyet, tupai, ulat, tawon dan sebagainya. Jika satu ditebang, seperti sebuah kota dirubuhkan sehingga satwa tersebut pindah dan kadang menyerang tempat hidup manusia," kata dia. 

Editor: Ali Masduki

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut