Indah Kurnia Luncurkan Sparkling Kalimas Jazz, Wisata Surabaya Kian Berwarna

Melalui kehadiran gerobak UMKM di sepanjang bantaran sungai. Ada beragam makanan minuman. Pentol, bihun, blimbing wuluh dan masih banyak lainnya. Keseluruhan pedagang dibekali Teknologi QRIS dalam bertransaksi.
"Saya menggunakan Livin Mandiri. Bisa juga menggunakan sistem pembayaran yang lain. Itulah indahnya digitalisasi kita, kolaborasi dengan wisata, UMKM dan yang pasti berkolaborasi dengan pemerintah daerah khususnya Pemkot Surabaya," terang Indah Kurnia.
Indah optimis, kehadiran Wisata Kalimas Riverside mendorong kebangkitan ekonomi. Kampung Wisata Peneleh menjadi pemicu bagi kampung potensial lain untuk berbenah. Karena di Surabaya banyak perkampungan memiliki nilai-nilai sejarah.
"Surabaya semakin bersinar, semakin indah dan semakin berjaya," ucapnya.
Indah mengaku bangga menjadi warga Surabaya yang memiliki pikiran jauh ke depan untuk melaju menuju Indonesia Maju.
"Sebentar lagi kita 100 tahun merdeka pada 2045. Surabaya akan menjadi percontohan yang sangat jelas. Surabaya adalah kota yang terbuka untuk siapapun," ujarnya.
Ia juga meminta agar masyarakat menjaga keberagaman, pluralisme dan aksi-aksi positif. "Kita berharap Indonesia semakin cerdas melalui Jatim dan Kota Surabaya," tambahnya.
Indah menuturkan, saat ini Jatim merupakan kontributor ekonomi nomor dua terbesar setelah Jakarta. Jika Ibu Kota Negara (IKN) pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur, maka Jatim berpotensi menggeser posisi Jakarta sebagai penyumbang perekonomian terbesar.
"Kalau nanti IKN pindah ke Kaltim berarti DKI sudah tidak lagi menjadi ibu kota. Otomatis yang namanya potensi ekonomi sebagian akan berkurang, berarti Jatim potensi melampaui DKI tanpa sebagai ibu kota. Itu sudah pasti," tuturnya.
Editor : Ali Masduki