Logo Network
Network

Program Mantap Melihat Nafas Panjang Penderita Katarak, Lansia dan Manula Kian Berdaya

Ali Masduki
.
Senin, 12 Februari 2024 | 19:45 WIB
Program Mantap Melihat Nafas Panjang Penderita Katarak, Lansia dan Manula Kian Berdaya
Puluhan lansia dan manula dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti operasi katarak program Mantap Melihat dari Bank Mandiri Taspen. Foto/Ali Masduki

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Rumah Sakit Husada Prima Surabaya pada Minggu (4/2/2024) tiba-tiba ramai. Sejak pagi hari, puluhan lansia dan manula terus berdatangan. Mereka disambut hangat para petugas yang mengenakan kartu identitas Bank Mandiri Taspen. Satu per satu diarahkan menuju lantai 4.

"Monggo mbah saya antar naik," ucap petugas dengan santun.

Keramahan para pegawai Bank Mandiri Taspen itu membuat nyaman. Maklum, lansia dan manula biasanya kebingungan jika berada di tempat asing. Apalagi di rumah sakit banyak sekat-sekat khusus. Ditambah lagi penglihatan lansia dan manula sudah terganggu.  Petunjuk arah pun tidak berlaku bagi mereka.

Di usianya yang tidak lagi muda, wajah para lansia dan manula itupun tampak semringah penuh harapan. Mereka berharap bisa kembali menatap indahnya dunia dan bisa berdaya kembali meski tidak seproduktif usia mudanya.

Puluhan lansia dan manula yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur itu merupakan peserta operasi katarak program Mantap Melihat dari Bank Mandiri Taspen. Setidaknya ada 34 orang yang menjalani operasi karatak di Rumah Sakit Husada Prima Surabaya ini. 

Jumlah itu merupakan hasil screening katarak di Bank Mandiri Taspen Kantor Cabang Surabaya, pada Rabu (24/1/2024). Saat itu, ada 100 orang yang di screening oleh dokter mata.

Mantap Melihat Nafas Panjang Penderita Katarak

Program Mantap Melihat dari Bank Mandiri Taspen ini bisa dikatakan jadi nafas panjang bagi para penderita katarak. Maklum saja, penderita katarak memang rata-rata sudah usia lanjut dan pensiun dari pekerjaan. Disisi lain mereka ingin menjadi orang yang tetap produktif. Minimal bisa meringankan beban anak-anaknya yang sibuk bekerja.

Seperti Suhardi misalnya. Kakek 74 tahun merupakan pensiunan PNS di Surabaya. Mata Suhardi tidak bisa melihat saat sore menjelang. Padahal setiap hari ia mengantar cucunya pulang pergi sekolah.

Karena rasa sayang pada cucu, ia kemudian periksa ke klinik mata. Dokter mendiagnosis bahwa mata Suhardi sudah 60 persen katarak. Namun ia juga belum operasi karena pertimbangan biaya saat itu. 

Kakek Suhardi bersyukur ada operasi katarak gratis. Bahkan ia datang seorang diri naik sepeda motor dari rumahnya di Jalan Petemon.

"Alhamdulillah akhirnya saya ke Mandiri Taspen dan daftar," ucapnya.

Kebahagiaan juga dirasakan oleh Siti Nurjanah (64). Dia datang bersama putrinya. Sebelumnya, pensiunan guru ini sudah melewati screening pada Januari kemarin.

Follow Berita iNews Surabaya di Google News

Halaman : 1 2 3 4
Bagikan Artikel Ini