Lia Istifhama Sebut Korupsi Kerah Putih Ancam Keadilan Hukum

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Setiap tanggal 9 Desember, diperingati sebagai Hari Antikorupsi Sedunia, atau Hakordia, sebuah kampanye global untuk meningkatkan kesadaran publik akan bahaya korupsi dan mendorong sikap antikorupsi.
Diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2003 melalui penandatanganan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Melawan Korupsi di Mérida, Meksiko, Hakordia (International Anti-Corruption Day atau IACD) menjadi momentum penting bagi berbagai pihak.
Di antara mereka adalah Lia Istifhama, Senator Jawa Timur, penulis, dan aktivis sosial yang dikenal dengan kampanye peran CANTIK (Cerdas, Inovatif, Kreatif, dan menolak beauty privilege).
Bagi Lia Istifhama, Hakordia bukan hanya tentang korupsi yang dilakukan pejabat negara, tetapi juga kejahatan korupsi yang dilakukan oleh kalangan profesional, atau yang sering disebut sebagai kejahatan kerah putih.
"Hakordia tahun ini menjadi pengingat bahwa korupsi tidak hanya dilakukan oleh pejabat negara, tetapi juga oleh kalangan profesional yang terlihat mampu, cerdas, disegani, dan berwibawa," tegas Lia Istifhama.
"Pertanyaannya, apakah semua memiliki hati seputih kerah mereka?" sambungnya.
Lia Istifhama mencontohkan kasus penangkapan tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang menerima suap untuk membebaskan terdakwa Gregorius Ronald Tannur. Kasus ini, yang sempat viral, menjadi bukti nyata bahwa korupsi dapat terjadi di berbagai sektor, termasuk lembaga peradilan.
"Penangkapan para hakim ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk bersama-sama memerangi korupsi, terutama kejahatan yang sulit terdeteksi karena pelakunya sangat licin," imbuhnya.
Lia Istifhama sebelumnya telah menyatakan apresiasinya terhadap langkah tegas Kejaksaan Agung dalam menangani kasus tersebut.
Dia menjelaskan bahwa tindakan tegas tersebut menunjukkan bahwa negara tidak mentoleransi korupsi di lembaga peradilan, dan merupakan langkah penting untuk menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai anggota Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI, Lia Istifhama juga menyoroti pentingnya menjaga keadilan hukum di Indonesia.
Ia menyayangkan bahwa seringkali nasib penegak hukum menjadi sorotan, sementara nasib korban kejahatan terabaikan.
"Kita harus memastikan bahwa penegak hukum melindungi masyarakat kecil, dan tidak justru menjadikan mereka korban karena ketidaktahuan hukum. Mari kita jaga keadilan hukum di negeri ini," kata Lia Istifhama.
Dengan kata lain, pesan Lia Istifhama pada Hakordia tahun ini sangat jelas: perangi korupsi di semua sektor, lindungi masyarakat kecil, dan tegakkan keadilan.
Hakordia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong aksi nyata dalam memerangi kejahatan kerah putih.
Editor : Ali Masduki