Jelang Ramadan, Polisi Gerebek Pabrik Miras Arak di Jombang Beromzet Rp1 Miliar, 2 Orang Diamankan

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID – Menjelang bulan suci Ramadan 2025, jajaran kepolisian Kabupaten Jombang menggerebek pabrik minuman keras (miras) jenis arak yang beroperasi secara ilegal di Dusun Sumberejo, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro. Pabrik ini diketahui memiliki omzet fantastis, mencapai Rp1 miliar.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita 46 drum berisi fermentasi arak putih siap produksi. Selain itu, dua orang tersangka, yakni JS (45), warga Desa Tempuran, Kecamatan Diwek, yang diduga sebagai pendana, serta PU (46), pemilik usaha ilegal tersebut, turut diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula dari penangkapan JS, yang kemudian dikembangkan hingga terungkap lokasi produksi miras di Jombok. Polisi langsung melakukan penggerebekan di tempat tersebut dan menemukan sejumlah barang bukti, termasuk peralatan produksi dan bahan baku arak putih.
"Dalam pengungkapan kasus ini, kita telah mengamankan dua tersangka dan akan memprosesnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar AKBP Ardi Kurniawan di lokasi penggerebekan, Kamis malam (27/2/2025).
Selain menyita barang bukti, kepolisian juga tengah menyelidiki jaringan distribusi miras ilegal ini. Penyidik masih mendalami ke mana saja arak tersebut diedarkan dan sudah berapa lama bisnis ilegal ini beroperasi.
"Kita masih menyelidiki jalur peredarannya, termasuk durasi produksi mereka. Karena ini baru pertama kali diketahui dan langsung kita gerebek," tambah AKBP Ardi.
Editor : Arif Ardliyanto