get app
inews
Aa Text
Read Next : Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Ikuti Kegiatan Retreat di Akmil Magelang, Ini Pesan Mendagri Tito

Pentas Ludruk SARIP di Surabaya, Gambarkan Perjuangan Hingga Tunjukkan Adegan Sulit Cari LPG

Jum'at, 28 Februari 2025 | 13:00 WIB
header img
Ludruk ‘SARIP’ di Surabaya menyajikan perlawanan terhadap ketidakadilan, menggambarkan perjuangan anak muda dan kritik sosial terkait distribusi LPG. Foto iNEWSSURABAYA/arif

SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID – Indonesia sedang menghadapi tantangan besar, dan fenomena ini tercermin dalam pertunjukan Ludruk bertema 'SARIP' yang digelar di Gedung Pertunjukan Cak Durasim, Jalan Genteng Kali Surabaya. Dalam pentas budaya ini, masyarakat diingatkan akan perjuangan menghadapi ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka.

Sarip, tokoh utama dalam cerita ini, menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan. Dikenal sebagai anak muda yang gigih, Sarip berjuang untuk menegakkan keadilan meski harus melawan intimidasi dari berbagai pihak. Keberaniannya bahkan mengantarkannya pada perlawanan terhadap saudaranya sendiri. Dalam perjalanan ceritanya, Sarip mengalami siksaan hebat hingga nyaris kehilangan nyawa. Namun, berkat semangat juangnya, ia mampu bertahan dan terus melawan ketidakadilan.

Selain itu, pertunjukan ini juga menyentil kebijakan pemerintah yang sering kali membuat kebijakan yang memberatkan masyarakat. Salah satunya adalah masalah distribusi LPG yang sulit didapatkan, padahal LPG menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat untuk memasak.

Pemain yang memerankan peran ini menyampaikan kritik dengan menggunakan bahasa dan logat Madura, yang semakin menambah daya tarik pertunjukan, sembari menyampaikan fakta kondisi sosial yang sedang dihadapi.

Penonton tak bisa menahan tawa saat menyaksikan bagaimana cerita yang disajikan menyelipkan unsur hiburan sekaligus kritik sosial yang mendalam. Aliyudin, perwakilan BKN Jawa Timur, menjelaskan bahwa tokoh Sarip dipilih untuk menggambarkan semangat anak muda yang berani melawan ketidakadilan. "Sarip adalah simbol perjuangan dan kebenaran yang tak kenal takut," ujar Aliyudin.

Ludruk ini juga merupakan bagian dari rangkaian HUT PDI Perjuangan, yang dibina oleh BKN DPD PDI Jawa Timur. Aliyudin menambahkan bahwa para pemain yang terlibat dalam pertunjukan ini masih muda dan memiliki bakat luar biasa dalam melestarikan budaya daerah. "Kami ingin terus menjaga dan mempertahankan budaya Ludruk, terutama di kalangan generasi muda," ungkapnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut