Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pasar Properti Jatim Lesu, REI Ungkap Adanya Hambatan Regulasi dan Perubahan Tren Pembeli
Advertisement . Scroll to see content

Pemprov Jatim Bangun Spillway di Sungai Tanggul Jember, Amankan 1.000 Hektare Lahan Pertanian

Rabu, 11 Juni 2025 | 20:23 WIB
  • author Lukman Hakim
Pemprov Jatim Bangun Spillway di Sungai Tanggul Jember, Amankan 1.000 Hektare Lahan Pertanian
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air resmi memulai pembangunan proyek pengendalian banjir berupa bangunan pelimpah air. Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air resmi memulai pembangunan proyek pengendalian banjir berupa bangunan pelimpah air (spillway) di Sungai Tanggul, Kabupaten Jember. Proyek bernilai Rp15,6 miliar ini menjadi solusi atas krisis air pascabanjir besar pada 2019.

Spillway ini dibangun di Desa Paseban, Kecamatan Kencong, dan bertujuan untuk mengatur aliran Sungai Tanggul yang saat ini terbagi menjadi dua jalur: alur lama dan shortcut menuju muara baru di laut selatan. Pengaturan aliran ini sangat penting untuk menjamin pasokan air bagi sekitar 1.000 hektare sawah, sekaligus mencegah intrusi air laut ke lahan pertanian di bagian hilir.

Proyek ini mencakup pembangunan bendung pelimpah berbahan beton, pemasangan sistem modular beton, serta instalasi pintu penguras berbahan fiberglass. Sebelum konstruksi utama dimulai, tim proyek melakukan serangkaian persiapan seperti sosialisasi kepada masyarakat, mobilisasi alat berat, pembangunan kisdam, serta pengerjaan struktur beton termasuk bored pile dan retaining wall.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menanggulangi dampak perubahan alur sungai akibat banjir.

“Pembangunan spillway ini adalah respons kami terhadap kondisi kritis pascabanjir 2019. Perubahan alur sungai menyebabkan munculnya muara baru yang langsung mengarah ke laut selatan, dan hal ini membuat para petani kekurangan pasokan air,” ujar Khofifah, Rabu (11/6/2025).

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut