get app
inews
Aa Text
Read Next : Remaja Tertekan Era Digital, TNI AL Sediakan Tes Psikologi Gratis di Surabaya

Cerita Lengkap Adik Korban, Perwira Polisi Militer Dikeroyok 15 Preman di Terminal hingga Jari Retak

Sabtu, 28 Juni 2025 | 20:42 WIB
header img
Sebuah insiden pengeroyokan tragis menimpa seorang perwira pertama Polisi Militer TNI Angkatan Laut (AL) inisial AY di Terminal Arjosari, Malang. Foto: Ilustrasi

MALANG, iNewsSurabaya.id - Sebuah insiden pengeroyokan tragis menimpa seorang perwira pertama TNI Angkatan Laut (AL) inisial AY di Terminal Arjosari, Malang. pada Kamis malam, 26 Juni 2025 sekitar pukul 18.30 WIB.

Diketahui AY adalah perwira TNI AL dari kesatuan Polisi Militer TNI AL (Pomal) berdinas di Surabaya. Adik korban Mas Bondan dalam keterangan yang dikirim melalui voice noted menceritakan hingga abangnya menjadi korban pengeroyokan 15 preman di Terminal Arjosari yang selama ini cari makan menjadi juru penumpang (jupang) di Terminal Arjosari, Malang.    

Mas Bondan menceritakan, bermula dari abangnya AY baru saja tiba di Malang dari Surabaya, mampir di shelter bus. Di sana, dia melihat pemandangan yang mengusik hatinya. Para preman, calo penumpang bus bertindak di luar batas, memaksa kondektur untuk membayar sejumlah uang yang terus bertambah, mulai dari Rp5.000, lalu naik menjadi Rp10.000, hingga akhirnya mencapai Rp25.000.

Melihat tindakan yang tidak adil itu, AY  pun menegur mereka. "Tolong, kalau minta uang jangan banyak-banyak. Kasihan kondekturnya, mereka juga butuh uang untuk anak istri di rumah," ucap Mas Bondan  seperti yang disampaikan AY.

Teguran yang dilontarkan dengan niat baik itu justru memicu kemarahan para preman dan calo. Tanpa basa-basi, sekitar 15 orang mengeroyok korban secara brutal.

"Kepalanya diinjak-injak, wajahnya dibenturkan ke cor-coran bus terminal," ungkap Mas Bondan. Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka parah: tangan kirinya retak di dua jari, kepala dan pipinya harus dijahit, sementara matanya lebam dan penglihatannya terganggu.

Hingga saat ini, polisi telah berhasil menangkap tiga pelaku, yaitu Ahmad Maulana (31), Roni Sejati (25), dan Nurul Hudi (29), semuanya warga Jalan Muharto, Kota Malang. Namun, masih ada 12 pelaku lainnya yang buron dan sedang dalam pengejaran aparat.

Mas Bondan berharap semua pelaku yang terlibat bisa segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. "Orang itu harus ketangkap semua," tegasnya.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut