Cak Imin Gandeng Kiai Jawa Timur Entaskan Kemiskinan, Pesantren Jadi Simpul Strategis
PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan komitmennya untuk terus mengentaskan kemiskinan di Indonesia dengan menggandeng para kiai dan pesantren.
Hal itu disampaikan dalam acara Halaqoh Kebangsaan bersama 500 kiai se-Jawa Timur yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Yasini, Kraton, Pasuruan.
Cak Imin, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pengentasan kemiskinan adalah kerja bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa. Ia menilai pesantren memiliki peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat.
"Pesantren adalah simpul strategis pengentasan kemiskinan. Di sana ada pendidikan, ekonomi, sosial, dan nilai-nilai kemandirian yang sudah terbukti membentuk masyarakat yang tangguh," ujar Cak Imin dalam forum tersebut.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga menambahkan bahwa para kiai memiliki peran penting dalam menciptakan ekosistem sosial yang produktif dan mandiri.
"Kiai bukan hanya penjaga moral dan spiritual, tapi juga aktor perubahan sosial. Dengan melibatkan mereka, kita dapat mempercepat upaya pengurangan kemiskinan yang lebih berkelanjutan," jelasnya.
Cak Imin juga menegaskan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas lokal, menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan yang terintegrasi.
"Jadi kalau biasanya pesantren punya imej cuma menjadi lembaga pendidikan, sekarang itu harus kita ubah. Pesantren bukan cuma mendidik, tapi juga episentrum penting pengentasan kemiskinan," pungkasnya.
Acara Halaqoh Kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan kiai dari berbagai daerah di Jawa Timur, santri, dan tokoh masyarakat. Forum ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan ulama untuk menyatukan visi menuju Indonesia yang lebih adil, mandiri, dan sejahtera.
KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, menyambut baik inisiatif Cak Imin. Ia menyatakan bahwa pesantren siap berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan.
"Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam melibatkan pesantren. Pesantren memiliki potensi besar untuk membantu masyarakat meningkatkan kesejahteraan," ujarnya saat ditemui usai acara.
Senada dengan KH. Abdulloh, Nyai Hj. Machfudz Anwar, pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Masruriyah, Tegalrejo, Magelang, juga menyampaikan apresiasinya. Ia berharap program-program pemberdayaan masyarakat dapat segera direalisasikan.
"Kami berharap sinergi antara pemerintah dan pesantren ini dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan taraf ekonomi," tuturnya.
Editor : Ali Masduki