Unik! Simulasi Peliputan Perang Antar Geng Warnai MPLS SMK Ketintang
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana berbeda terasa saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Ketintang Surabaya tahun ajaran 2025/2026. Tidak hanya sekadar perkenalan sekolah, para siswa baru disuguhkan berbagai aksi kreatif dari kakak kelas, termasuk simulasi peliputan konflik perang antar geng oleh ekstrakurikuler Jurnalistik.
Dalam pertunjukan yang digelar di halaman sekolah itu, para anggota ekstrakurikuler Jurnalistik berperan layaknya wartawan profesional yang sedang meliput kejadian baku tembak secara langsung.
Mereka menunjukkan kemampuan membaca situasi, memilih momen tepat untuk menyiarkan berita, dan menyusun data secara akurat semua dilakukan dalam latar konflik fiktif antar geng.
“Pertunjukannya keren banget, saya jadi tertarik gabung ke Jurnalis,” ujar Riri, siswa kelas 10 MP 1 yang mengikuti MPLS dengan penuh semangat.

MPLS di SMK Ketintang berlangsung meriah selama sepekan, dimulai sejak Senin lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu siswa baru mengenali lingkungan sekolah, budaya, dan tata tertib yang berlaku.
Kegiatan pra-MPLS diawali dengan pembagian kelas, upacara gladi bersih, hingga sesi pengenalan materi dasar di masing-masing ruang kelas. Tidak hanya kegiatan akademik, para peserta juga diajak tur keliling sekolah untuk mengenal ruang kelas, lapangan, laboratorium, serta fasilitas penunjang lainnya.
Kakak pembina memandu siswa baru dalam tur tersebut agar mereka tak canggung di hari-hari pertama masuk sekolah. “Kegiatan ini membuat saya tahu di mana letak ruang lab, UKS, sampai lapangan upacara,” kata salah satu siswa peserta.
Berbagai ekstrakurikuler unjuk gigi dalam MPLS ini, mulai dari Pramuka, Dance, E-Sport, Jurnalis, hingga PMR. Setiap penampilan dirancang untuk menginspirasi siswa baru agar ikut bergabung sesuai minat dan bakat masing-masing.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah Senam Bersama yang digelar di hari keempat MPLS. Suasana pagi itu penuh semangat, diiringi musik enerjik dan gerakan penuh semangat dari siswa maupun guru. Usai senam, seluruh peserta sarapan bersama di lapangan sekolah—momen yang turut mempererat kebersamaan antar siswa baru.
Menjelang akhir MPLS, sekolah menggelar Ajang Kreasi Antar Pergugus. Siswa baru diberi kesempatan untuk tampil dalam berbagai aksi seperti menyanyi, menari, hingga stand-up comedy. Sorak-sorai dari teman-teman mereka membuat suasana semakin semarak.
Puncak kemeriahan terjadi ketika DreamDay, band alumni kebanggaan SMK Ketintang, hadir menghibur. Tampil membawakan lagu-lagu hits, penampilan DreamDay membuat seluruh peserta terpukau dan bernyanyi bersama.
MPLS SMK Ketintang resmi ditutup pada 18 Juli 2025 dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat. Seluruh siswa dan guru mengikuti prosesi dengan penuh antusias. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenangan manis dari pengalaman selama MPLS.
“Meskipun capek, seminggu ini ngajarin aku untuk lebih semangat, lebih teliti, dan nggak takut mencoba hal baru,” ungkap Riri.
Dengan berakhirnya MPLS, SMK Ketintang berharap seluruh siswa baru siap menjalani masa pendidikan yang positif, penuh semangat, dan menyenangkan.
Penulis:
Kirana
Jurnalis SMK Ketintang Surabaya
Editor : Arif Ardliyanto