get app
inews
Aa Text
Read Next : Suara Kaca Pecah di Mako Polresta Banyuwangi, Ribuan Miras Dimusnahkan Jelang Nataru

Dorong Peningkatan SDM Lewat Pelatihan Vokasi, Ini yang Dilakukan Menaker di Timur Jatim

Senin, 11 Agustus 2025 | 17:44 WIB
header img
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Senin (11/8/2025). Foto iNewsSurabaya/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banyuwangi, Senin (11/8/2025), untuk meninjau langsung program pelatihan vokasi dan pengembangan produktivitas tenaga kerja yang digelar Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi.

Kehadiran Menaker disambut hangat oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolresta Banyuwangi, Dandim 0825, Danlanal Banyuwangi, serta Kepala BPVP Banyuwangi.

Dalam kunjungannya, Yassierli menegaskan bahwa pengembangan pelatihan vokasi adalah kunci membentuk tenaga kerja kompeten dan siap bersaing di pasar kerja, baik nasional maupun internasional.

"Pelatihan vokasi menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saya berharap fasilitas yang ada di BPVP Banyuwangi dimanfaatkan maksimal agar para lulusan mampu bersaing dengan pencari kerja lainnya," ujarnya.

Menaker juga meresmikan Workshop Kejuruan Pariwisata dan Las yang dibangun dengan investasi sebesar Rp200 miliar. Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pelatihan unggulan di wilayah timur Jawa, sekaligus menjawab kebutuhan dunia industri yang kerap mengeluhkan minimnya tenaga kerja sesuai kualifikasi.

Untuk memperkuat link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri, dilakukan penandatanganan MoU BPVP Banyuwangi dengan delapan mitra strategis, antara lain Hotel Aston Banyuwangi, PHRI Banyuwangi, BPJamsostek Banyuwangi, PT BSI, dan Hotel Dialoog Banyuwangi.

Yassierli menegaskan, keberadaan balai pelatihan ini akan membantu mengatasi kesenjangan keterampilan. Apalagi pertumbuhan industri di daerah strategis seperti Banyuwangi terus meningkat, sehingga penyiapan SDM terampil menjadi tantangan sekaligus peluang besar.

"Saya tidak ingin mendengar ada fasilitas menganggur. Program harus terus berjalan demi kemajuan rakyat," tegasnya, disambut tepuk tangan para undangan.

Selain memuji keindahan Banyuwangi, Menaker juga melihat daerah ini memiliki potensi besar untuk mencetak tenaga kerja berkualitas di bidang pariwisata, industri kreatif, dan manufaktur. Dengan dukungan fasilitas modern serta kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, diharapkan Banyuwangi dapat menjadi role model pusat pelatihan vokasi di Indonesia.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut