get app
inews
Aa Text
Read Next : Buka Digital Store di Unesa, Bank Ini Sasar Pasar Mahasiswa Jadi Pengguna Layanan Perbankan Modern

Cara Gen-Z Hidupkan Budaya, Tampil Maksimal Saat Pentas di Hotel Hingga Pahami Filosofi Lagu

Senin, 18 Agustus 2025 | 11:06 WIB
header img
Sanggar Bharada Unesa Hidupkan Budaya Jawa Lewat Campursari di Surabaya dengan menunjukkan keseriusan saat pentas. Foto iNewsSurabaya/dika

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat menjaga warisan budaya terus digelorakan generasi muda Indonesia. Di tengah derasnya arus modernisasi, anak muda dituntut untuk tidak melupakan akar tradisi, sebab budaya adalah identitas bangsa yang bisa saja diklaim negara lain bila tidak dijaga dengan baik.

Momentum peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI menjadi refleksi penting bahwa makna kemerdekaan bukan hanya tentang patriotisme, tetapi juga bagaimana generasi penerus mampu merawat budaya nusantara. Hal inilah yang ditunjukkan oleh Sanggar Bharada Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui penampilan seni campursari yang digelar di sebuah hotel berbintang di kawasan Surabaya Barat.

Dalam acara tersebut, pengunjung hotel yang sedang menikmati sarapan dibuat terpesona dengan lantunan suara lembut Septy, salah satu sinden muda berbakat dari Sanggar Bharada. Dengan penuh penghayatan, Septy membawakan langgam Jawa Timur yang autentik, menghadirkan nuansa syahdu sekaligus membekas di hati para tamu.

Salah satu lagu berjudul Nyidam Sari menjadi sorotan. Alunan suara Septy berpadu dengan musik gamelan yang dimainkan Bayu, Ihya, dan Andre, berhasil menghadirkan harmoni khas budaya Jawa. 

“Kalau dinyanyikan dari hati, rasanya sangat menyentuh. Dukungan teman-teman yang mengiringi juga membuat saya lebih larut dalam lagu ini,” ungkap Septy, mahasiswi semester 5 Unesa.

Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Unesa, Danang Wijoyanto, S.Pd., M.Pd., yang juga pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Vokal Jawa, menegaskan pentingnya regenerasi dalam menjaga budaya. Menurutnya, sanggar seperti Bharada menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi makna budaya sekaligus mengasah keterampilan seni.

“Kami berusaha menanamkan pemahaman tentang filosofi budaya di tengah derasnya modernisasi. Dengan adanya UKM seperti Sanggar Bharada, mahasiswa bisa belajar, menghayati, sekaligus mengekspresikan nilai budaya secara nyata,” tutur Danang saat diwawancarai.

Kegiatan ini menjadi simbol bahwa kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan, melainkan juga merdeka dalam memahami, mencintai, dan melestarikan budaya sendiri. Kehadiran generasi muda seperti Septy dan kawan-kawan menjadi bukti bahwa warisan leluhur tetap hidup di tengah kehidupan modern, sekaligus memperkuat jati diri bangsa.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut