Kapolri Listyo Sigit Pimpin Upacara Hari Juang Polri di Surabaya, Monumen M. Jasin Diresmikan
Hari Juang Polri resmi ditetapkan pada 12 Agustus 2024 melalui Keputusan Kapolri Nomor Kep/1325/VIII/2024. Tanggal 21 Agustus dipilih karena bertepatan dengan proklamasi Polisi Istimewa oleh Inspektur Polisi Kelas I Mohammad Jasin pada 1945.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa M. Jasin dan pasukannya memainkan peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan.
“Pada 21 Agustus 1945, Mohammad Jasin memproklamasikan Polisi Istimewa sebagai bagian dari Polisi Republik Indonesia. Sejak itu mereka aktif melucuti tentara Jepang dan berjuang dalam pertempuran 10 November di Surabaya,” jelas Abast.
Jika pada peringatan perdana tahun 2024 dimeriahkan dengan kirab tradisi dan teatrikal perjuangan, tahun ini acara diselingi dengan pemutaran film dokumenter singkat mengenai M. Jasin serta peresmian monumen patung sang pahlawan nasional.
Setelah upacara, Kapolri Jenderal Sigit memberikan santunan kepada keluarga M. Jasin, keluarga Moekari (ajudan M. Jasin), serta para veteran Polri. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian Patung M. Jasin yang berdiri gagah di kawasan Polisi Istimewa, Jalan Dokter Soetomo, Surabaya.
Patung tersebut menggambarkan sosok Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Dr. H. Moehammad Jasin, polisi pertama yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Monumen ini diharapkan menjadi pengingat abadi atas perjuangan beliau sekaligus motivasi bagi generasi muda Polri untuk terus menjaga marwah kepolisian.
Upacara Hari Juang Polri di Surabaya diikuti 977 personel kepolisian dari berbagai satuan. Suasana berlangsung khidmat dengan penghormatan khusus bagi para purnawirawan dan keluarga pahlawan yang hadir.
Dengan peresmian monumen M. Jasin, Surabaya kini memiliki ikon baru yang merekam jejak sejarah perjuangan Polri sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto