Breaking News, Bupati Pati Sudewo Diperiksa KPK, Diduga Terima Fee Proyek Pembangunan Jalur KA
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Nama Bupati Pati, Sudewo, kembali menjadi sorotan publik. Kepala daerah yang kerap menuai kontroversi itu diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan jalur kereta api di Jawa Tengah, khususnya proyek Solo Balapan, Jumat (22/8/2025).
Kasus ini berkaitan dengan pengadaan proyek strategis nasional jalur kereta api di bawah Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan pada periode 2018–2022. Proyek tersebut sejak awal memang menyedot perhatian karena nilainya yang sangat besar sekaligus melibatkan banyak pihak dari berbagai daerah.
“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK,” jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, melalui keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi mengenai kehadiran Sudewo dalam agenda pemeriksaan tersebut. Pihak KPK juga belum memberikan keterangan detail soal materi yang akan digali penyidik terkait peran maupun keterkaitan Bupati Pati dalam kasus rasuah tersebut.
Nama Sudewo disebut dalam pengembangan perkara ini lantaran diduga kuat menerima aliran dana dari praktik suap yang menyeret banyak pihak. “Benar, saudara SDW diduga menjadi salah satu pihak yang menerima aliran commitment fee terkait proyek pembangunan jalur kereta api,” ungkap Budi Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Rabu (13/8/2025).
Ia menegaskan, penyidik akan mendalami lebih jauh dugaan tersebut. “Informasi ini tentu akan ditindaklanjuti. Tim akan memverifikasi, mendalami aliran uang, serta memastikan sejauh mana keterlibatan Saudara SDW. Nanti kami akan update hasil perkembangannya,” tambahnya.
KPK sebelumnya telah menetapkan 15 tersangka individu dan dua korporasi dalam perkara dugaan korupsi jalur kereta api ini. Para tersangka terdiri dari pejabat, kontraktor, hingga pihak swasta yang diduga terlibat dalam pemberian maupun penerimaan suap.
Kasus ini menambah panjang daftar praktik korupsi di sektor infrastruktur transportasi yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Proyek kereta api, yang semestinya memberi manfaat besar bagi masyarakat, justru dijadikan bancakan oleh sejumlah oknum demi keuntungan pribadi.
Munculnya nama Sudewo tentu menjadi perhatian lebih, mengingat ia menjabat sebagai Bupati Pati dan dikenal publik kerap membuat pernyataan kontroversial. Jika benar terbukti menerima aliran dana, maka kasus ini berpotensi semakin mengguncang panggung politik lokal maupun nasional.
Meski begitu, KPK menegaskan setiap pihak yang dipanggil masih berstatus saksi hingga adanya bukti kuat yang mengarah pada penetapan tersangka. Lembaga antirasuah itu juga memastikan proses hukum akan berjalan transparan dan profesional.
Editor : Arif Ardliyanto