Imunisasi Dasar di Jember Masih Rendah, Dinkes Jatim dan UNICEF Turun Tangan
Ia menambahkan, Pemkab Jember bersama DPRD telah mengalokasikan hampir Rp400 miliar untuk sektor kesehatan, termasuk layanan BPJS Kesehatan yang bisa diakses seluruh warga.
Keterlibatan UNICEF juga menjadi bagian penting dalam mempercepat akselerasi imunisasi di Jember. Dr. Armunanto, MPH, Health Specialist UNICEF Indonesia, menegaskan perlunya kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menekan kasus campak.
“Meski kasus di Jember relatif kecil dibanding daerah lain, jumlah absolutnya tetap signifikan karena populasi yang besar. Keberhasilan Jember akan berkontribusi pada penanganan campak di tingkat provinsi maupun nasional,” tegas Armunanto.
Ia menambahkan, hasil investigasi menunjukkan tidak ada kematian akibat campak di Jember. Hal ini menandakan masih ada perlindungan dari imunisasi sebelumnya. UNICEF juga memastikan ketersediaan vaksin dipenuhi pemerintah pusat sesuai laporan kebutuhan dari daerah.
Dengan komitmen Pemkab Jember, dukungan Dinkes Jatim, serta kolaborasi UNICEF, diharapkan cakupan imunisasi bisa terus meningkat. Tujuannya bukan hanya menekan kasus campak, tetapi juga menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan mengatasi stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Jember.
Editor : Arif Ardliyanto