get app
inews
Aa Text
Read Next : Usut Dugaan Korupsi DABN, Kejati Jatim Buka Peluang Periksa Soekarwo

Jalur Gumitir Dibuka Lebih Cepat, Begini Dampak Terhadap Warga dan Ekonomi Jember–Banyuwangi

Kamis, 04 September 2025 | 12:36 WIB
header img
Mulai Kamis (4/9/2025) pukul 00.00 WIB, Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember–Banyuwangi resmi dibuka kembali. Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kabar gembira datang bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya pengguna jalur selatan. Mulai Kamis (4/9/2025) pukul 00.00 WIB, Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember–Banyuwangi resmi dibuka kembali, jauh lebih cepat dari target semula pada 24 September 2025.

Keputusan percepatan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Menurutnya, pembukaan akses vital ini akan mempercepat konektivitas, melancarkan arus distribusi barang dan jasa, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.

“Alhamdulillah, Jalur Gumitir kembali dibuka mulai dini hari tadi. Kami berharap langkah ini bisa mempercepat mobilitas warga, memperlancar perdagangan, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tapal kuda,” ujar Khofifah.

Jalur nasional di kawasan Gunung Gumitir selama ini menjadi urat nadi transportasi di Jawa Timur. Hampir setiap hari, ribuan kendaraan pribadi, bus, hingga truk logistik melintas di jalur tersebut.

Namun sejak 24 Juli 2025, akses ini sempat lumpuh akibat longsor di KM 233+500 dan KM 235+650. Penutupan jalur membuat transportasi terganggu dan aktivitas ekonomi masyarakat terhambat.

Kini, dengan selesainya pekerjaan utama perbaikan mulai dari bore pile hingga pengaspalan badan jalan pemerintah memastikan arus lalu lintas bisa kembali normal untuk semua jenis kendaraan.

Meski sudah bisa dilalui, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembukaan jalur ini masih bersifat fungsional. Beberapa pekerjaan minor, seperti pemasangan drainase, penyempurnaan bahu jalan, hingga perlengkapan keselamatan, masih terus dikebut hingga akhir Desember 2025.

“Warga tetap diminta berhati-hati karena ada rambu-rambu dan marka jalan baru. Selain itu, inspeksi keselamatan juga dilakukan, termasuk penambahan penerangan jalan,” tambahnya.

Percepatan pembukaan jalur ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi, mulai dari BBPJN Jatim–Bali, Ditlantas Polda Jatim, Satlantas Polresta Banyuwangi, hingga Dinas Perhubungan dan Bina Marga di Jember serta Banyuwangi.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah juga menyiapkan personel, alat berat, dan perlengkapan keselamatan kerja di titik rawan longsor. Polres Jember, Dishub, hingga relawan Gumitir ikut membantu pengaturan lalu lintas di lapangan.

Khofifah optimistis, kembalinya akses transportasi utama ini akan memberi dampak signifikan bagi roda perekonomian, khususnya sektor perdagangan dan UMKM.

“Lapak pedagang, warung, hingga pelaku usaha kecil bisa kembali berjualan. Mobilitas warga lancar, perekonomian wilayah Jember dan Banyuwangi akan lebih cepat tumbuh,” pungkasnya.

 

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut