get app
inews
Aa Text
Read Next : Sinergi Pendidikan–Industri, Universitas Telkom Surabaya Bangun Jejaring dengan Perusahaan di Solo

Transformasi Ide Jadi Solusi, Inovasi Sosial Anak Muda di Ajang Teknologi 2025

Sabtu, 20 September 2025 | 10:46 WIB
header img
Generasi Muda Indonesia Unjuk Gigi di Ajang Samsung Solve for Tomorrow 2025 dengan menghadirkan Inovasi Teknologi Berbasis Empati. Foto iNewsSurabaya/ist

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Anak muda Indonesia membuktikan diri sebagai generasi inovator. Lewat ajang bergengsi Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025, ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah menunjukkan bahwa teknologi bukan sekadar alat, tapi solusi nyata untuk menjawab tantangan sosial dan lingkungan.

Samsung Solve for Tomorrow 2025 bukan sekadar kompetisi sains dan teknologi biasa. Program global ini menjadi ruang transformasi yang mengasah empati, kreativitas, dan kolaborasi anak muda dalam merancang solusi berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).

Sebanyak 80 tim terpilih dari dua kategori utama berhasil melaju ke babak semifinal. Mereka mengangkat dua tema global yang tengah menjadi perhatian dunia: Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan (Environmental Sustainability via Technology) – 45 tim, Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga (Social Change through Sport & Tech) – 35 tim

Di kategori Sport & Tech, Samsung berkolaborasi dengan International Olympic Committee (IOC) dalam mendorong pendidikan dan inovasi sebagai alat mengatasi isu sosial.

“Samsung percaya masa depan inovasi ada di tangan generasi muda. SFT 2025 bukan hanya wadah kompetisi, tapi juga platform belajar, berkolaborasi, dan menghadirkan solusi nyata yang berdampak,” ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

Salah satu semifinalis inspiratif datang dari SMAN 5 Surabaya. Tim mereka mengembangkan AICTFIVE, platform interaktif berbasis olahraga dan permainan edukatif untuk anak-anak penyandang cerebral palsy.

“Kami melihat langsung keterbatasan akses terapi di wilayah 3T dan mahalnya biaya. Inilah yang mendorong kami menciptakan metode terapi yang inklusif dan menyenangkan,” jelas Zelma Nadhifa Hafizana Alasiry, ketua tim.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut