Tradisi Api Unggun, Momen Tak Terlupakan Siswa SMK Ketintang Dalam Membentuk Karakter
Para peserta terlihat aktif berdiskusi dan mencatat setiap penjelasan dengan antusias. Ada pula yang saling membantu memahami materi, melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi yang efektif.
“OCP ini menjadi peralihan dari tingkat Penggalang menuju Penegak. Kami ingin menunjukkan bahwa di jenjang Penegak, siswa belajar mengambil keputusan sendiri dan bertanggung jawab penuh atas pilihannya,” jelas Lazua.
Ia menambahkan, kemandirian dan keberanian mengambil keputusan merupakan bekal penting agar siswa mampu tumbuh menjadi pribadi tangguh dan bijaksana.
Pagi hari terakhir, seluruh peserta mengikuti senam bersama untuk menjaga kebugaran dan membangkitkan energi positif. Udara sejuk menambah semangat mereka, terlihat dari wajah-wajah ceria yang berbaris di lapangan.
Kegiatan OCP kemudian ditutup dengan upacara penutupan serta pengumuman Desa Terbaik sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan kreativitas peserta selama kegiatan berlangsung.
Kobaran api unggun malam sebelumnya kini menjadi simbol semangat yang akan terus menyala di hati para siswa SMK Ketintang Surabaya semangat untuk terus berani, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menapaki perjalanan menuju masa depan.
Penulis:
Dini Jurnalis SMK Ketintang Surabaya
Editor : Arif Ardliyanto