Media Digital dalam Pembelajaran: Antara Peningkatan Motivasi dan Risiko Distraksi
Kemudahan akses kapan saja dan dari mana saja membuat proses belajar lebih fleksibel. Materi digital memungkinkan mahasiswa mengulang penjelasan sesuai kebutuhan tanpa batasan waktu, sehingga meningkatkan peluang pemahaman yang lebih mendalam.
Pemanfaatan media digital juga dapat memberikan dorongan motivasi. Materi pembelajaran yang visual dan interaktif membuat mahasiswa lebih mudah berkonsentrasi dan menangkap inti penjelasan. Fleksibilitas waktu dan tempat memungkinkan mahasiswa menyesuaikan kebiasaan belajar sehingga muncul rasa nyaman dan mandiri.
Keberagaman sumber belajar yang tersedia secara online mendorong mahasiswa mengeksplorasi pengetahuan di luar materi perkuliahan. Hal ini pada akhirnya memperkuat minat dan motivasi intrinsik dalam belajar.
Meski menawarkan kemudahan, media digital juga memiliki sisi yang dapat menghambat motivasi belajar. Perangkat digital sering menjadi sumber gangguan karena adanya berbagai aplikasi hiburan yang mudah diakses.
Ketergantungan pada teknologi juga membuat mahasiswa kurang fokus dalam pembelajaran tatap muka. Kendala seperti koneksi internet yang tidak stabil atau perangkat yang tidak mendukung dapat menurunkan minat belajar. Pembelajaran digital yang dilakukan secara intens juga berpotensi menimbulkan kejenuhan sehingga mahasiswa merasa kurang bersemangat.
Menurut Munda, penggunaan media digital yang seimbang dan terarah sangat diperlukan agar manfaatnya dapat dimaksimalkan tanpa mengurangi motivasi belajar mahasiswa. "Baik mahasiswa maupun dosen perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif melalui pemanfaatan teknologi secara bijaksana," tulisnya.
Keberhasilan pemanfaatan media digital dalam pendidikan bergantung pada kemampuan mahasiswa dan institusi pendidikan untuk menyeimbangkan keunggulan teknologi dengan pengelolaan gangguan yang muncul.
Penulis
Micheline Kayla Vyolita Munda (Mahasiswa UNAIR Teknik Industri)
Editor : Arif Ardliyanto