get app
inews
Aa Text
Read Next : Ketua KONI Kota Batu Nilai Firhando Layak Pimpin Kota Batu, Ini Alasannya

Resmi Berdiri! KSMI Jatim Siapkan Regulasi, Liga Tahunan dan Standar Pembinaan Atlet

Rabu, 03 Desember 2025 | 06:49 WIB
header img
KSMI Jawa Timur memperkuat ekosistem mini soccer melalui penyusunan regulasi teknis, pembentukan pengurus daerah, dan peluncuran liga tahunan agar pembinaan atlet lebih kompetitif. Foto iNewsSurabaya/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Dunia mini soccer di Jawa Timur memasuki babak baru. Selasa (2/12/2025), Komite Sepak Bola Mini Soccer Indonesia (KSMI) Provinsi Jawa Timur resmi dideklarasikan di Surabaya. Momentum ini menjadi titik awal pembinaan atlet mini soccer secara lebih profesional, terarah, dan berkelanjutan.

Ketua KSMI Jawa Timur, Jhoni Poernomo, menyebut lahirnya organisasi tersebut merupakan jawaban atas semakin besarnya minat masyarakat terhadap mini soccer, khususnya di daerah urban dan komunitas hobi. 

Ia menilai, antusiasme itu perlu dibarengi dengan sistem pembinaan yang rapi agar olahraga ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi mampu berkembang menjadi cabang olahraga prestasi.

“Mini soccer punya potensi luar biasa. Kehadiran KSMI untuk membangun sistem pembinaan, kompetisi resmi, hingga standar pelatih dan wasit. Kami ingin Jawa Timur menjadi barometer mini soccer di Indonesia,” ujar Jhoni saat deklarasi.

Pada tahap awal, KSMI Jatim akan memprioritaskan pembentukan pengurus di tingkat kota dan kabupaten, penyusunan regulasi teknis, serta penyelenggaraan kompetisi resmi berbasis kalender tahunan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan jalur pembinaan atlet dapat berjalan dari jenjang usia dini hingga senior.

Kepala Bidang Kompetisi KSMI Jatim, Wahyu, menegaskan bahwa liga mini soccer Jatim akan mulai bergulir pada 2026. Kompetisi tersebut nantinya mencakup kategori usia berjenjang dan menerapkan standar profesional sesuai regulasi KSMI.

“Kompetisi harus terstruktur dan memiliki kalender yang pasti. Bukan event musiman. Kami siapkan liga yang sehat, transparan, dan berkelanjutan agar atlet punya jalur karier jelas,” kata Wahyu.

Ia memastikan pembinaan akan dirancang mulai dari pemain usia dini, pelajar, komunitas umum, hingga level profesional. Dengan sistem tersebut, mini soccer diharapkan mampu berkembang seperti futsal maupun sepak bola yang telah memiliki ekosistem pembinaan mapan.

Deklarasi KSMI Jatim disambut positif oleh berbagai pihak, mulai dari komunitas mini soccer, akademi sepak bola, pemilik lapangan, hingga pelatih lokal. Banyak yang menilai kehadiran organisasi ini menjadi dorongan besar bagi perkembangan mini soccer yang selama ini bergerak secara mandiri dan sporadis.

Mereka berharap KSMI dapat menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku mini soccer, sekaligus menciptakan ruang kompetitif yang sehat dan pembinaan atlet yang terukur. 

Dengan resminya KSMI Jawa Timur, provinsi ini diharapkan mampu melahirkan generasi pemain mini soccer yang siap bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Para penggiat olahraga optimistis bahwa Jawa Timur akan menjadi pusat pembinaan mini soccer Indonesia berkat ekosistem komunitas yang besar dan fasilitas yang kian berkembang.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut