get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengusaha Surabaya Desak Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Nikel Rp4,1 Miliar

Catut Nama Charoen Pokphand, Penipu Tawarkan Ayam Potong dan Minta Transfer Uang

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:30 WIB
header img
Penipuan mengatasnamakan PT Charoen Pokphand Indonesia kembali terjadi. Pelaku menawarkan produk ayam potong lewat media sosial dan meminta transfer dana ke korban. Foto Surabaya.iNews.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Maraknya penipuan berkedok penjualan ayam potong kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, pelaku nekat mencatut nama PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Tbk, salah satu perusahaan pangan terbesar di Indonesia, demi melancarkan aksinya.

Modus yang digunakan terbilang rapi. Pelaku membuat akun media sosial palsu yang menyerupai akun resmi perusahaan, lengkap dengan foto produk hingga tangkapan layar kartu identitas (ID Card) yang diklaim sebagai milik karyawan CPI. Tak sedikit calon korban yang akhirnya percaya karena tampilan yang terlihat meyakinkan.

Menanggapi hal tersebut, Gun Affandy, Communication & Public Affair Coordinator PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, membenarkan bahwa pihaknya kembali menjadi sasaran pencatutan nama oleh oknum tidak bertanggung jawab.

“Kasus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan kami masih sering terjadi. Masyarakat ditawari produk CPI melalui media sosial, terutama WhatsApp. Padahal, meskipun ditampilkan foto-foto produk hingga ID Card yang seolah resmi, semuanya palsu dan hanya kedok untuk mengelabui korban,” tegas Gun.

Ia menegaskan bahwa CPI tidak pernah melakukan penjualan langsung melalui akun pribadi atau media sosial, apalagi dengan mekanisme transfer ke rekening pribadi. Imbauan kepada masyarakat pun telah berulang kali disampaikan, namun pelaku terus mencari celah dengan berbagai variasi modus.

Sebagai langkah pencegahan, Gun Affandy meminta masyarakat untuk lebih waspada dan kritis terhadap penawaran yang datang secara tiba-tiba, terlebih jika disertai permintaan data pribadi atau transfer dana dengan alasan laporan order perusahaan.

“Jika ingin membeli produk kami, silakan datang langsung ke gerai resmi CPI, seperti Prima Fresh Mart yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Transaksi di gerai resmi jauh lebih aman dan terjamin,” jelasnya.

Gun juga mengingatkan agar masyarakat tidak merespons pesan WhatsApp mencurigakan, terutama yang mengatasnamakan perusahaan dan meminta pembayaran di awal. Menurutnya, kehati-hatian menjadi kunci utama agar tidak terjebak penipuan yang merugikan secara finansial maupun psikologis.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa di tengah kemudahan transaksi digital, kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan keaslian informasi dan memilih jalur pembelian resmi demi menghindari praktik penipuan yang semakin canggih.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut