Hujan Deras Lumpuhkan Sejumlah Jalan di Surabaya, Damkar Kerahkan Puluhan Armada Sedot Banjir
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam membuat wajah Surabaya berubah. Sejumlah ruas jalan utama tergenang, arus lalu lintas tersendat, dan tak sedikit kendaraan terpaksa berhenti di tengah jalan karena mogok. Di balik genangan air itu, ratusan petugas berjibaku tanpa henti agar kota kembali bernapas.
Puluhan armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya dikerahkan untuk menyedot genangan air di berbagai titik rawan banjir. Upaya ini diperkuat dengan dukungan armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan penanganan dilakukan secara cepat dan fleksibel mengikuti perkembangan di lapangan. Dari total 97 unit kendaraan operasional yang dimiliki, sekitar 30 unit memiliki kemampuan khusus untuk menyedot genangan air.
“Sejak sekitar pukul 16.00 WIB, petugas sudah bergerak melakukan pemantauan dan penyedotan. Armada berpindah secara dinamis, menyesuaikan laporan masyarakat dan kondisi genangan di lapangan,” ujar Laksita Rini, Minggu malam.
Hingga malam hari, DPKP mencatat sedikitnya 18 titik telah dilakukan penyedotan intensif. Beberapa di antaranya berada di kawasan Dukuh Kupang, Rungkut Mejoyo Selatan, Ketintang Telkom, Ngagel Rejo, Pandugo Baru, hingga sekitar RS Ewa Pangalila. Sejumlah ruas jalan yang sempat tergenang kini berangsur surut dan kembali bisa dilalui kendaraan.
Sementara itu, pemantauan lanjutan masih dilakukan di sejumlah lokasi lain yang genangannya cukup tinggi. Di Jalan Margorejo, ketinggian air tercatat sekitar 10 sentimeter, sedangkan di sekitar RSIA Kendangsari mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Bahkan di kawasan Simo Hilir, genangan sempat mencapai sekitar 60 sentimeter sebelum akhirnya ditangani secara bertahap.
“Penanganan melibatkan berbagai pos pemadam kebakaran, mulai dari Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, hingga Margorejo. Seluruh pergerakan armada dikendalikan melalui Command Center 112 agar respons bisa lebih cepat,” jelasnya.
Di tengah fokus penanganan banjir, petugas Damkar juga dihadapkan pada tantangan lain. Dalam waktu hampir bersamaan, mereka harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran di lokasi berbeda. Meski beban kerja meningkat, seluruh laporan tetap dapat ditangani tanpa ada yang terlewat.
“Banjir dan kebakaran terjadi hampir bersamaan, tapi berkat koordinasi antarpos, semua kejadian bisa tertangani dengan baik,” tegas Laksita Rini.
Sekitar 150 hingga 180 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Sejak sore, para petugas bekerja berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, memastikan genangan benar-benar surut sebelum bergerak ke titik berikutnya.
Upaya penanganan banjir juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup Surabaya. Kepala DLH, Dedik Irianto, mengatakan pihaknya menurunkan 23 armada tangki yang disebar di berbagai wilayah kota untuk mempercepat penyedotan genangan.
“Kami tempatkan armada di sejumlah wilayah strategis agar bisa menjangkau titik genangan dengan cepat,” ujarnya.
Tak hanya banjir, cuaca ekstrem juga memicu sejumlah kejadian pohon tumbang dan sempalan. Sepanjang Minggu sore hingga malam, DLH mencatat sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang di berbagai lokasi, di antaranya di depan Rusun Penjaringan Sari 4, Jalan Diponegoro, Jalan Demak Utara, hingga Jalan Darmokali.
“Perantingan dan penanganan pohon tumbang rutin kami lakukan, terutama saat cuaca ekstrem. Prioritas kami memastikan tidak ada potensi bahaya bagi masyarakat,” kata Dedik.
Pemerintah Kota Surabaya memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh genangan benar-benar surut dan aktivitas warga kembali normal. Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melapor ke layanan darurat 112 jika menemukan genangan atau kondisi berbahaya lainnya.
Editor : Arif Ardliyanto