get app
inews
Aa Text
Read Next : SD Sidoarjo Inovasi Program Inklusif Anak Berkebutuhan Khusus, Libatkan Orang Tua dan Terapis

Kisah Rio, Siswa Disabilitas yang Tumbuh Nyaman di Sekolah Inklusi SMP Wijaya Putra Surabaya

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03 WIB
header img
Rio, siswa disabilitas di SMP Wijaya Putra Surabaya, mendapat dukungan penuh dari guru dan teman sebaya dalam lingkungan sekolah ramah inklusi. Foto Surabaya.iNews.id/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana kebersamaan tampak nyata di lingkungan SMP Wijaya Putra, Surabaya. Di sekolah ini, perbedaan bukan menjadi penghalang, melainkan ruang untuk saling memahami. Perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) diwujudkan secara konkret melalui penerapan pendidikan inklusif yang memberi kesempatan belajar setara bagi semua siswa.

Salah satu gambaran nyata hadir dari Rio, siswa kelas VIII penyandang disabilitas yang menjalani aktivitas sekolah sehari-hari bersama teman-temannya. Dengan dukungan fasilitas dan pendampingan yang memadai, Rio dapat mengikuti proses belajar, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas di luar sekolah tanpa merasa terpinggirkan.

Komitmen sebagai sekolah ramah ABK terlihat dari keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru, siswa, hingga tenaga kependidikan berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Pembiasaan sikap saling menghargai menjadi fondasi utama, sehingga interaksi antarsiswa terbangun secara alami dan penuh empati.

Dalam kesehariannya, Rio kerap mendapat bantuan dari teman-teman sekelasnya, termasuk saat mengikuti kegiatan keagamaan di masjid sekolah. Sikap kepedulian itu tidak lahir secara instan, melainkan tumbuh dari nilai-nilai inklusivitas yang terus ditanamkan oleh pihak sekolah.

Dukungan tersebut juga terasa saat pelaksanaan Kegiatan Tengah Semester (KTS) di luar sekolah. Rio dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan lancar berkat pendampingan guru dan solidaritas teman sebaya. Tidak ada perlakuan berbeda, kecuali perhatian agar ia tetap merasa aman dan nyaman.

Kepala SMP Wijaya Putra, Roto Kirono, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang tumbuh yang ramah bagi setiap anak, tanpa terkecuali.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua anak, termasuk siswa penyandang disabilitas. Dukungan fasilitas, guru, serta teman-teman merupakan bagian dari komitmen kami sebagai sekolah ramah inklusi,” ujar Roto.

Lebih dari sekadar pemenuhan hak pendidikan, keberadaan siswa ABK di SMP Wijaya Putra juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa lainnya. Mereka belajar tentang empati, kepedulian, dan pentingnya menghormati perbedaan sejak dini.

Melalui konsistensi membangun iklim inklusif, SMP Wijaya Putra berharap dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan kesetaraan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut