BJTM Perkuat Sinergi Transformasi Teknologi dengan Lima Bank KUB
MALANG, iNewsSurabaya.id - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meneken pengesahan Rencana Strategis Teknologi Informasi (RSTI) Tahun 2026-2029.
Pengesahan RSTI tersebut ditandatangani oleh Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Wiweko Probojakti bersama dengan perwakilan lima bank anggota Kelompok Usaha Bank (KUB).
Yaitu Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah, Direktur Umum & SDM Bank NTT Rahmat Saleh, Direktur Operasional Bank Banten Rodi Judo Dahono, Direktur Pemasaran Bank Sultra Ronald Siahaan, dan VP Teknologi Informasi Bank Lampung M Suryo Pranoto.
Direktur IT, Digital, dan Operasional Bank Jatim Wiweko Probojakti menjelaskan, penandatanganan RSTI ini merupakan kolaborasi penting antar bank daerah untuk memajukan kapabilitas teknologi mereka secara bersama-sama.
“Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan standar bersama, meningkatkan keandalan infrastruktur, serta memperluas kemampuan inovasi antar bank anggota KUB,” paparnya, Minggu (18/1/2026).
Menurut Wiweko, kolaborasi yang harus diperkuat lagi oleh Bank Jatim bersama dengan bank anggota KUB antara lain tata kelola, infrastruktur, data layanan digital, serta peningkatan kompetensi kapasitas SDM secara terarah dan berkelanjutan. Sehingga dengan begitu seluruh rencana strategis dalam bidang TI ini dapat terlaksana dan tercapai sesuai dengan target.
“Selain itu, dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kualitas SDM, kami sangat optimis BPD dapat mengembangkan bisnis secara prudent,” terangnya.
Adapun di lini digital banking, emiten berkode BJTM itu telah sukses mencetak pertumbuhan positif. Sampai November 2025, JConnect Mobile telah memiliki 973.244 user. Angka tersebut naik 20,14 persen (YoY).
Sementara untuk nominal transaksinya tercatat sebesar Rp 58,36 triliun atau tumbuh 22,12 persen (YoY). Kemudian, JConnect QRIS BJTM juga sudah mencapai 201.796 user atau naik 18,39 persen (YoY) dengan nominal transaksi sebesar Rp 3,49 triliun atau meningkat 28,09 persen (YoY).
“Di era sekarang transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan,” tutup Wiweko.
Editor : Arif Ardliyanto