Pamit ke Pegadaian Pusat, Beni Martina Tinggalkan Kenangan Mendalam di Kanwil Surabaya
Optimisme Pegadaian Kanwil Surabaya turut ditopang oleh transformasi digital yang terus diperkuat. Melalui layanan berbasis aplikasi, Pegadaian berupaya menghadirkan kemudahan transaksi sekaligus memperluas jangkauan layanan ke berbagai lapisan masyarakat.
“Lewat aplikasi digital Pegadaian, masyarakat bisa bertransaksi hanya dalam satu genggaman. Ini bagian dari transformasi agar layanan semakin mudah, cepat, dan inklusif,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, Pegadaian Kanwil Surabaya mencatat tren pertumbuhan yang konsisten. Tingkat aktivasi layanan yang semula berada di angka 6,9 persen pada awal tahun, meningkat menjadi 8,3 persen per 31 Desember. Capaian tersebut menjadi pijakan menuju target yang lebih menantang ke depan.
“Target kami pada 2026 adalah mencapai 15 persen akseptasi. Bukan semata mengejar angka, tetapi memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat produk Pegadaian,” ungkap Beni.
Ia juga menyoroti keunggulan demografis Jawa Timur, di mana sekitar 70 persen penduduknya berasal dari generasi milenial. Kondisi ini dinilai sebagai peluang besar untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan berbasis digital.
“Mayoritas penduduk Jawa Timur adalah milenial. Ini seharusnya memudahkan kami mengedukasi dan mengajak mereka memanfaatkan layanan digital Pegadaian, baik untuk UMKM, investasi, maupun pembiayaan konsumen,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto