Final Panas Futsal Surabaya, Tim Pro Alana GSI Bungkam Tambak Oso di Adu Penalti
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana tegang menyelimuti partai final turnamen futsal di Surabaya saat dua tim bersaudara, Tim Futsal Pro Alana GSI dan Tim Futsal Pro Alana Tambak Oso, saling berhadapan dalam laga puncak yang penuh emosi. Sejak menit awal, pertandingan berjalan keras, cepat, dan sarat gengsi, seolah tak ada ruang bagi kedua tim untuk lengah sedikit pun.
Tim Futsal Pro Alana GSI, yang datang tanpa status unggulan, tampil berani. Mereka memecah kebuntuan lebih dulu pada babak pertama melalui skema serangan cepat yang dieksekusi dengan disiplin. Gol tersebut sempat membakar semangat tim, namun Tim Futsal Pro Alana Tambak Oso merespons dengan tenang. Memanfaatkan celah di lini pertahanan, Tambak Oso sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal berakhir. Beberapa peluang emas tercipta, tetapi solidnya pertahanan dan aksi gemilang para kiper membuat laga harus ditentukan lewat adu penalti. Di sinilah tensi mencapai puncaknya. Sorak penonton bercampur degup jantung para pemain yang berdiri di tengah lapangan.

Momentum krusial akhirnya berpihak kepada Alana GSI. Kiper mereka tampil luar biasa dengan menggagalkan satu eksekusi penalti lawan. Keberhasilan tersebut langsung disambut luapan emosi, memastikan Alana GSI keluar sebagai juara—sebuah hasil manis bagi tim yang sejak awal kerap dipandang sebelah mata.
Manajer Tim Futsal Pro Alana GSI, Iwan Nur Rachmat, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Ia menilai keberhasilan ini lahir dari mental kuat dan keberanian pemain menghadapi tekanan.
“Kami tahu sejak awal ini pertandingan berat. Anak-anak bermain disiplin, berani, dan tidak takut duel. Strategi bermain cepat dan menekan sejak awal jadi kunci. Ini prestasi yang sangat membanggakan,” ujarnya.
Menurut Iwan, adu penalti menjadi ujian sesungguhnya bagi mental pemain. “Penalti itu soal kesiapan mental. Alhamdulillah, pemain kami lebih siap dan percaya diri,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kapten Tim Futsal Pro Alana GSI, Muhammad Lutfi atau akrab disapa Kacong. Ia menyebut kemenangan ini bukan soal teknik semata, melainkan soal kebersamaan dan kepercayaan antarpemain.
“Kami sempat ditekan dan kesulitan. Tapi kami sepakat untuk main high press, tidak memberi mereka ruang. Yang paling penting, kami saling percaya. Itu yang membuat kami bisa bertahan sampai akhir,” tutur Kacong.
Prestasi Alana GSI tak berhenti di tim utama. Di kategori U-35, mereka juga mencatatkan hasil membanggakan dengan merebut posisi ketiga usai menundukkan Tim Futsal Alana Wisma Indah dengan skor telak 4-2.
Capaian ganda ini menegaskan konsistensi Pro Alana GSI di berbagai kelompok usia. Dari status underdog hingga berdiri di podium tertinggi, Alana GSI membuktikan bahwa kerja keras, strategi matang, dan mental juara mampu mengubah keraguan menjadi sejarah.
Editor : Arif Ardliyanto