Hadapi Pemilu 2029, PDIP Surabaya Panasi Mesin Politik dan Fokus Gaet Pemilih Muda
Menurutnya, tantangan utama PDIP saat ini bukan hanya menjaga soliditas, tetapi juga memastikan regenerasi kader berjalan sehat, terbuka, dan tetap berlandaskan ideologi partai. Karena itu, ia mendorong setiap PAC untuk aktif merekrut kader muda dengan komitmen dan potensi kepemimpinan.
“Minimal tiap PAC merekrut lima kader muda. Kalau bisa lebih. Ini pembuktian bahwa PDI Perjuangan bukan partai tertutup,” tegasnya.
Namun, keterbukaan itu tetap harus diiringi dengan seleksi yang ketat. Yordan mengingatkan agar partai tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga kualitas kader.
“Ideologi harus jelas dan sejalan dengan PDI Perjuangan. Mereka harus siap dibentuk dan bekerja kolektif di dalam partai,” katanya.
Yordan pun mengingatkan kerasnya kompetisi politik ke depan. Ia menilai Pemilu 2029 bukan sekadar soal menambah kursi, tetapi menyangkut keberlangsungan kekuatan partai.
“Kalau kita tidak siap dari sekarang, bukan cuma kursi yang berkurang. Partai bisa hancur. Ini pertarungan yang menentukan,” tandasnya.
Senada dengan itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji, sebelumnya juga menegaskan bahwa konsolidasi internal merupakan kunci untuk merebut kembali kepercayaan rakyat sekaligus memperkuat basis elektoral di Kota Pahlawan.
“Kita harus merebut kembali kursi-kursi yang sempat hilang. Caranya dengan membuka partai seluas-luasnya, tidak eksklusif, serta merangkul calon-calon potensial di wilayah masing-masing, termasuk anak muda dan tokoh masyarakat,” ujar Armuji.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kader senior yang berpengalaman dengan generasi muda yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Melalui rapat konsolidasi ini, DPC PDI Perjuangan Surabaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat soliditas struktur hingga tingkat ranting, sekaligus mematangkan strategi pemenangan menuju Pemilu 2029 dengan pendekatan yang lebih terbuka, modern, dan inklusif.
Editor : Arif Ardliyanto