get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan 2025

Proyek Kilang Balikpapan Dinilai Strategis Tekan Impor BBM

Minggu, 01 Februari 2026 | 17:16 WIB
header img
Diskusi bertema Swasembada Energi di Era Prabowo: Antara Agenda Strategis dan Tantangan Implementasi di Surabaya. Foto : Surabaya.iNews.id/istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Sejumlah akademisi di Surabaya, Jawa Timur, menyoroti peran penting proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dalam mempercepat langkah Indonesia menuju swasembada energi

Proyek yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto tersebut dinilai strategis dalam menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus meningkatkan kepercayaan investor di sektor energi.

Peneliti Laboratorium Rekayasa Termal dan Sistem Energi (RTSE) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Ary Bachtiar Krishna Putra, menilai RDMP Balikpapan sebagai proyek kilang yang signifikan dari sisi kapasitas maupun teknologi. RDMP Balikpapan meningkatkan kapasitas kilang dari sekitar 250 ribu barel per hari menjadi lebih dari 300 ribu barel per hari. 

“Dengan peningkatan ini, sebagian kebutuhan BBM nasional yang sebelumnya dipenuhi dari impor kini dapat ditutup dari dalam negeri,” ujar Ary dalam diskusi bertema Swasembada Energi di Era Prabowo: Antara Agenda Strategis dan Tantangan Implementasi di Surabaya, Minggu (1/2/2026).

Selain peningkatan kapasitas, Ary menekankan keunggulan teknologi yang digunakan dalam proyek RDMP. Kilang Balikpapan kini mampu mengolah residu minyak yang sebelumnya belum termanfaatkan secara optimal oleh kilang-kilang lama.

“Teknologi residue catalytic cracking memungkinkan sisa pengolahan minyak diproses kembali menjadi bahan bakar. Hal ini membuat kilang jauh lebih efisien dan mampu memaksimalkan setiap barel minyak mentah yang diolah,” jelasnya.

Ary juga menyoroti fleksibilitas bahan baku sebagai keunggulan lain RDMP Balikpapan. Kilang tersebut dapat mengolah berbagai jenis minyak mentah dengan kualitas berbeda dan menghasilkan BBM berstandar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

“Dulu, minyak dengan kandungan sulfur tinggi sulit diolah. Sekarang, berbagai jenis crude oil dapat diproses dan hasil akhirnya tetap memenuhi standar kualitas tinggi,” katanya.

Dari perspektif ekonomi, ekonom Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hendry Cahyono, menilai RDMP Balikpapan berpotensi memberikan dampak berganda bagi perekonomian nasional, khususnya melalui penghematan devisa akibat berkurangnya impor BBM.

“Jika impor BBM bisa ditekan, belanja devisa negara akan berkurang. Dana yang selama ini digunakan untuk impor dapat dialihkan untuk kebutuhan APBN lain yang lebih produktif,” ujar Hendry.

Ia mengakui bahwa saat ini Indonesia masih menghadapi selisih antara kebutuhan dan produksi BBM nasional. Namun, kehadiran RDMP Balikpapan dinilai memberikan ruang untuk mempersempit kesenjangan tersebut secara bertahap.

“Kebutuhan BBM nasional memang besar, sementara produksi masih terbatas. Namun dengan peningkatan kapasitas kilang seperti RDMP Balikpapan, gap antara permintaan dan produksi bisa semakin dipersempit,” tambahnya.

Hendry juga menilai keberhasilan proyek RDMP dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi sektor energi di Indonesia. Menurutnya, proyek ini berpotensi menjadi pilot project penting bagi pengembangan industri energi nasional.

“Jika RDMP berjalan tepat waktu dan produksinya optimal, kepercayaan investor akan meningkat. Ini menjadi sinyal bahwa Indonesia serius dan mampu mengelola investasi besar di sektor energi,” ucapnya.

Sementara itu, dosen dan peneliti kebijakan publik Unesa, Ahmad Nizar Hilmi, memandang RDMP Balikpapan sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju swasembada energi nasional. Namun, ia menekankan pentingnya kesinambungan kebijakan agar manfaat proyek dapat dirasakan secara optimal di dalam negeri.

“RDMP merupakan langkah penting, tetapi swasembada energi tidak hanya soal pembangunan kilang. Yang juga harus dipastikan adalah ketersediaan minyak mentah serta orientasi pemanfaatannya untuk kebutuhan domestik,” kata Nizar.

Menurutnya, kebijakan energi harus didukung tata kelola yang kuat agar hasil pengolahan kilang tidak kembali bergantung pada mekanisme pasar ekspor semata.

“Jika orientasinya jelas untuk konsumsi dalam negeri dan diikuti kebijakan pendukung yang konsisten, RDMP dapat menjadi tulang punggung kemandirian energi nasional,” ujarnya.

Nizar menambahkan, proyek ini juga membuka ruang penguatan kebijakan lintas sektor karena isu energi berkaitan erat dengan industri, fiskal, lingkungan, dan pembangunan daerah.

“Energi adalah isu strategis negara. RDMP Balikpapan memberi momentum untuk mensinergikan kebijakan dari hulu hingga hilir agar tujuan swasembada benar-benar tercapai,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut