get app
inews
Aa Text
Read Next : Hidup di Lereng Gunung, Warga Jatiarjo Pasuruan Dibekali Mitigasi Bencana PLN Indonesia Power

Swasembada Pupuk, Petani Jatiarjo Pasuruan Temukan Solusi dari PLN Indonesia Power UBP Grati

Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:58 WIB
header img
Pelatihan pupuk organik cair yang digelar PLN Indonesia Power UBP Grati membantu petani Jatiarjo menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian. Foto Surabaya.iNews.id/amin

PASURUAN, iNewsSurabaya.id – Kebutuhan akan pupuk menjadi hal utama bagi para petani. Di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, persoalan itu kini mulai dijawab lewat pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan berbasis kemandirian.

PT PLN Indonesia Power UBP Grati menghadirkan Program Inovasi Sosial Eco Agropreneur, sebuah inisiatif yang menyasar peningkatan kapasitas petani sekaligus mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Salah satu kegiatannya diwujudkan melalui Pelatihan dan Praktik Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang digelar di Balai Desa Jatiarjo, Kamis (29/1/2026).

Pelatihan ini diikuti oleh kelompok tani Arjuna Lestari dan Sumadi, yang selama ini mengandalkan pupuk pabrikan dalam proses bercocok tanam. Melalui kegiatan ini, petani diajak melihat potensi besar bahan-bahan di sekitar mereka—mulai dari limbah ternak hingga sisa organik rumah tangga—yang selama ini kerap terbuang sia-sia.


Pelatihan pupuk organik cair yang digelar PLN Indonesia Power UBP Grati membantu petani Jatiarjo menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian. Foto Surabaya.iNews.id/amin

Tak sekadar teori, para peserta langsung mempraktikkan cara membuat Pupuk Organik Cair (POC) dan eco-enzyme dengan bahan sederhana dan mudah didapat. Metode ini diharapkan mampu membantu petani memproduksi pupuk secara mandiri, menekan biaya operasional, sekaligus menjaga kualitas tanah dalam jangka panjang.

Manajer Administrasi PT PLN Indonesia Power UBP Grati, Haryo Penangsang, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung aspek sosial dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional.

“Pelatihan dan praktik pembuatan pupuk organik ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Haryo.

Materi pelatihan disampaikan oleh Cholifah, Ketua P4S Tani Makmur Beji, Pasuruan. Ia memaparkan bahwa pembuatan POC sebenarnya tidak rumit dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

“Bahan yang dibutuhkan cukup sederhana, seperti urine sapi, kambing, atau kelinci sekitar 20 liter, air kelapa 1 liter, air gula atau tetes gula 1 liter, MOL 100 mililiter, serta empon-empon,” jelasnya.

Seluruh bahan tersebut dicampur dalam satu wadah, ditutup rapat, diberi lubang kecil, lalu difermentasi selama beberapa hari hingga siap digunakan. Selain POC, petani juga diperkenalkan pada pembuatan eco-enzyme dari limbah dapur sebagai solusi tambahan pertanian ramah lingkungan.

Cholifah mengapresiasi langkah PLN Indonesia Power UBP Grati yang dinilainya serius dalam mendampingi petani, tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga edukasi.

“Saya salut karena petani diberi wawasan, keterampilan, dan pendampingan. Ini penting untuk keberlanjutan alam dan masa depan pertanian,” tuturnya.

Antusiasme peserta pun terlihat jelas. Salah satu petani mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru, terutama bagi mereka yang masih dalam tahap belajar bertani.

“Kegiatan ini sangat membantu, apalagi untuk petani pemula. Harapannya bisa terus berlanjut dan memberi dampak nyata,” ungkapnya.

Melalui Program Eco Agropreneur, PT PLN Indonesia Power UBP Grati berharap lahir petani-petani desa yang lebih mandiri, inovatif, serta mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian tanpa merusak lingkungan.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut