get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Inspiratif, Karyawan Pabrik Garam Ini Bangkitkan Semangat 30 Anak Yatim di Surabaya

Garam Lokal Indonesia Incar Ekspor ke Jepang 2026, Ini yang Disiapkan Produsen Indonesia pada Petani

Senin, 09 Februari 2026 | 08:25 WIB
header img
Sumatraco Langgeng Makmur menargetkan ekspor garam lokal ke Jepang pada 2026 dengan memperkuat standar mutu, produksi berkelanjutan, dan kesiapan pasar global. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Garam lokal Indonesia tak lagi ingin sekadar menjadi pemain di pasar dalam negeri. Dari lahan-lahan garam di Nusa Tenggara Timur, Madura, hingga Nusa Tenggara Barat, PT Sumatraco Langgeng Makmur menatap target yang lebih jauh: menembus pasar Jepang pada 2026.

Di balik kristal garam yang tampak sederhana, terdapat proses panjang dan ketat yang menjadi kunci ambisi tersebut. PT Sumatraco Langgeng Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan pengolahan garam, terus memperkuat fondasi kualitas sebagai bekal bersaing di pasar global.

Upaya itu dimulai dari hulu. Perusahaan meningkatkan kapasitas produksi garam di sejumlah daerah strategis, yakni 300 hektare di NTT, 200 hektare di Madura, dan 200 hektare di NTB. Garam dari lahan tersebut kemudian diolah secara profesional dengan standar mutu yang lebih tinggi dibandingkan produksi garam pada umumnya.

Seluruh proses pengolahan dilakukan di fasilitas pabrik Sumatraco yang berlokasi di Surabaya. Di tempat inilah standar mutu diterapkan secara konsisten, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan akhir.

Direktur Utama PT Sumatraco Langgeng Makmur, Nurhadi Wiyono, menegaskan bahwa kualitas merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar. Menurutnya, menjaga mutu bukan hanya untuk memenuhi permintaan pasar, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang perusahaan.

“Menjaga kualitas bukan sekadar tuntutan pasar, tetapi merupakan komitmen perusahaan kepada konsumen dan mitra usaha. Kami percaya bahwa konsistensi mutu adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan jangka panjang,” ujar Nurhadi.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut