Tak Tergantung Cuaca, Alat Pengering Gabah Otomatis Mahasiswa Untag Surabaya Bikin Petani Bahagia
Ia menambahkan, sistem yang terintegrasi antara pemisahan dan pengeringan ini berpotensi menekan kerugian akibat kadar air yang tidak stabil, sekaligus meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga petani.
Menariknya, di balik inovasi tersebut, Justin bukan mahasiswa biasa. Ia menjalani perkuliahan sebagai mahasiswa kelas malam karena harus membagi waktu antara studi dan pekerjaan. Saat ini, Justin juga bekerja. Meski dengan jadwal padat, ia mampu menyelesaikan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK 3,5.
Latar belakang pendidikannya pun selaras dengan bidang yang digeluti. Justin merupakan lulusan SMK Negeri 1 Driyorejo Gresik jurusan Instalasi Tenaga Listrik, setelah sebelumnya mengenyam pendidikan di MTs Raden Fatah Driyorejo. Ketertarikannya pada dunia teknik elektro tumbuh dari minat mengikuti perkembangan teknologi sejak dini.
Selama berkuliah di Untag Surabaya, Justin juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan. Ia tercatat sebagai anggota UKM Pramuka sejak semester awal, serta sempat mengikuti UKM Bulutangkis, menunjukkan keseimbangan antara akademik dan aktivitas nonakademik.
Karya tugas akhir ini menjadi bukti bahwa inovasi teknologi tidak selalu lahir dari laboratorium besar, tetapi juga dari kepedulian terhadap persoalan nyata di masyarakat. Untag Surabaya kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang mendorong mahasiswa menghadirkan solusi aplikatif, khususnya untuk mendukung modernisasi pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Editor : Arif Ardliyanto