Genting Tanah Liat Jadi Harapan Baru UKM Jatim, Buka Ribuan Lapangan Kerja dan Tekan Impor Atap Seng
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Wacana program gentingisasi yang diusulkan Fraksi Partai Gerindra DPRD Jawa Timur mulai memantik perhatian. Usulan ini merupakan tindak lanjut dari gagasan serupa yang sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus pada penguatan produk dalam negeri sekaligus pemberdayaan usaha kecil.
Di balik istilah “gentingisasi”, tersimpan harapan besar bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UKM) pembuat genting tanah liat yang selama ini bertahan di tengah gempuran produk atap impor.
Bendahara Gerindra Jatim, Ferdians Reza Alvisa, menilai program ini bukan sekadar mengganti material atap rumah. Lebih dari itu, langkah ini dinilai bisa menekan angka impor atap seng yang nilainya mencapai hampir Rp5 triliun setiap tahun.
“Angka impor atap seng hampir Rp5 triliun per tahun. Belum lagi risiko kesehatan dari atap berbahan asbes. Genting tanah liat lebih awet dan relatif aman,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Menurut Alvisa, jika program gentingisasi diterapkan secara luas—terutama pada pembangunan rumah subsidi—maka efek berantainya akan sangat terasa. Satu unit rumah subsidi rata-rata membutuhkan lebih dari 1.000 keping genting.
Artinya, bila ribuan rumah dibangun atau direnovasi menggunakan genting tanah liat, permintaan terhadap produk UKM lokal akan melonjak signifikan.
“Order genting ke pelaku UKM akan meningkat. Ini berpotensi membuka ribuan bahkan puluhan ribu lapangan kerja baru di Jawa Timur,” jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto