Perkuat Link and Match, UWP Gandeng Terminal Teluk Lamong untuk Program Magang dan Sosial
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mendekatkan kampus dengan dunia industri terus dilakukan Universitas Wijaya Putra (UWP). Kali ini, kampus yang berbasis di Surabaya itu menjajaki kolaborasi strategis dengan PT Terminal Teluk Lamong (TTL), perusahaan terminal peti kemas modern yang beroperasi di kawasan Tambak Osowilangun.
Bagi mahasiswa, kerja sama ini bukan sekadar seremoni. Harapannya, pintu pengalaman kerja nyata akan terbuka lebih lebar.
Audiensi berlangsung langsung di kantor TTL, Jalan Raya Tambak Osowilangun KM 12 Surabaya. Rektor UWP, Budi Endarto, hadir bersama jajaran dan disambut oleh Direktur Keuangan, SDM, dan Manajemen Risiko TTL, Budi Satriyo, beserta tim manajemen.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, dua agenda utama menjadi fokus pembahasan. Pertama, penguatan program magang mahasiswa. Kedua, potensi kolaborasi dalam program tanggung jawab sosial perusahaan ke masyarakat.

Bagi UWP, magang bukan sekadar formalitas akademik. Program ini dirancang sebagai bagian integral dari kurikulum agar mahasiswa tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Rektor UWP menegaskan, pengalaman lapangan akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memahami ritme industri, budaya kerja profesional, hingga standar operasional perusahaan modern.
“Mahasiswa perlu merasakan langsung bagaimana sistem kerja di industri strategis seperti terminal peti kemas. Dari sana, mereka belajar disiplin, manajemen risiko, hingga kerja tim,” ujarnya.
Kerja sama dengan TTL dinilai strategis karena perusahaan tersebut dikenal sebagai salah satu terminal semi-otomatis yang mengedepankan teknologi dan efisiensi operasional. Lingkungan seperti ini dinilai ideal untuk membentuk talenta muda yang adaptif dan kompetitif.
Tak hanya berhenti pada aspek akademik, pembahasan juga menyentuh dimensi sosial. UWP memaparkan sejumlah program pengabdian kepada masyarakat yang selama ini dijalankan, mulai dari pemberdayaan UMKM, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan komunitas.
Program-program tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikolaborasikan dengan agenda CSR perusahaan.
Direktur TTL, Budi Satriyo, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun keberlanjutan, baik dari sisi pengembangan sumber daya manusia maupun kontribusi sosial.
“Sinergi pendidikan dan industri sangat penting. Kami membuka peluang magang bagi mahasiswa UWP dan akan mengkaji bentuk dukungan CSR yang bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program sosial yang lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan, khususnya bagi warga di sekitar wilayah operasional terminal.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen untuk segera menindaklanjuti pembahasan dalam bentuk langkah-langkah konkret. Mulai dari penyusunan skema magang, mekanisme seleksi mahasiswa, hingga sinkronisasi program pengabdian masyarakat.
Bagi mahasiswa UWP, kerja sama ini membuka harapan baru. Mereka tidak hanya akan belajar teori di bangku kuliah, tetapi juga berkesempatan menyerap pengalaman langsung dari industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang.
Jika sinergi ini berjalan sesuai rencana, kolaborasi antara UWP dan PT Terminal Teluk Lamong bukan hanya menguntungkan institusi dan perusahaan, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih luas bagi Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto