Bangkit Usai Tumbang dari Deltras, Diklat Anfa Pasuruan Taklukkan Bina Mandiri 2-1 di Liga TopSkor
Dua gol berhasil dicetak lewat transisi cepat yang terorganisir. Meski sempat kebobolan satu gol, fokus para pemain tetap terjaga hingga peluit panjang berbunyi dengan kemenangan 2-1.
Anton menilai kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin.
“Saya tekankan ke anak-anak, jangan pernah larut dalam kekalahan. Sepak bola usia muda itu proses. Yang penting mereka berkembang dan punya mental kuat,” tegasnya.
Bagi para pemain, kemenangan ini terasa lebih emosional. Rio Novianto, salah satu penggawa Diklat Anfa, mengaku kekalahan sebelumnya sempat membuat ruang ganti terasa sunyi.
“Kami kecewa setelah kalah dari Deltras. Tapi kami sepakat harus bangkit. Di pertandingan lawan Bina Mandiri, kami main lebih kompak dan percaya diri. Kemenangan ini buat tim dan pelatih,” kata Rio.
Semangat itu terlihat jelas di lapangan. Setiap duel dimenangkan dengan determinasi, setiap bola diperebutkan tanpa ragu.
Hasil ini menjaga peluang Diklat Anfa Pasuruan untuk tetap bersaing di papan klasemen Liga TopSkor Jawa Timur. Namun pekerjaan rumah belum selesai.
Konsistensi permainan menjadi tantangan berikutnya. Jika mampu menjaga disiplin, meningkatkan ketajaman lini depan, dan mempertahankan mental bertanding seperti saat melawan Bina Mandiri, bukan tidak mungkin Diklat Anfa akan menjadi salah satu tim yang diperhitungkan di kompetisi pembinaan usia muda ini.
Karena di level ini, yang dicari bukan sekadar juara. Tapi juga lahirnya pemain-pemain dengan karakter kuat—yang tahu bagaimana rasanya jatuh, dan bagaimana cara bangkit
Editor : Arif Ardliyanto