get app
inews
Aa Text
Read Next : Kawah Ijen Banyuwangi Dibuka Usai Insiden Pendaki Tersesat 30 Jam, Pengelola Perketat Pengawasan

Empat Kijang Dilepasliarkan di Kawah Ijen Banyuwangi, Satwa Akhirnya Kembali ke Habitat Asli

Rabu, 18 Februari 2026 | 10:16 WIB
header img
Empat kijang dilepasliarkan di Kawah Ijen Banyuwangi pada malam hari untuk meminimalkan stres. Simak proses dan alasan pemilihan lokasi konservasi satwa dilindungi ini. Foto Surabaya.iNews.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Suasana malam di kawasan Kawah Ijen mendadak lebih sunyi dari biasanya. Di tengah udara dingin pegunungan, empat ekor kijang akhirnya menginjakkan kaki kembali di habitat alaminya setelah menjalani masa penangkaran.

Satwa dilindungi tersebut diserahkan dari penangkaran Muncar kepada pihak Resort RKW 14 untuk dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Kawah Ijen. Empat ekor kijang yang terdiri dari tiga jantan dan satu betina itu dilepas pada malam hari demi meminimalkan tingkat stres. 

Keputusan melepasliarkan kijang tanpa menunggu pagi bukan tanpa alasan. Seharian berada di kandang evakuasi membuat kondisi satwa mengalami tekanan.

Kepala Resort RKW 14 Kawah Ijen, Rusdi Santoso, menjelaskan bahwa semakin cepat satwa kembali ke habitatnya, semakin besar peluang untuk menekan stres pascaevakuasi.

“Pertimbangan kami, semakin cepat satwa kembali ke habitat alaminya, maka tingkat stres dapat diminimalkan. Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar,” ujarnya.

Proses pelepasliaran dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Tim yang terlibat terdiri dari unsur Masyarakat Mitra Polhut (MMP) serta mitra masyarakat setempat. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan aman sebelum pintu kandang dibuka.

Begitu dilepas, keempat kijang itu tampak ragu sesaat. Namun naluri liarnya segera mengambil alih. Perlahan, mereka melangkah menuju gelapnya hutan Ijen, kembali menyatu dengan alam.

Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menegaskan bahwa titik pelepasliaran tidak dipilih secara sembarangan. Lokasi berada di area yang dekat dengan sumber mata air (brom), memiliki ketersediaan rumput alami yang melimpah, serta minim aktivitas manusia.

“Kami memastikan lokasi aman, tersedia pakan dan sumber air, serta jauh dari jalur aktivitas warga. Ini penting agar satwa bisa cepat beradaptasi,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut