Minat Masyarakat Tinggi, Penjualan Emas Digital Melonjak
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatat penjualan emas secara nasional mencapai 2,18 ton sepanjang tahun lalu. Capaian tersebut ditopang oleh produk BSI Emas berbasis digital yang dinilai lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat.
Distribution Project Leader BSI RO XII Surabaya Bali Nusra, Muhammad Arif Gunawan, mengatakan konsep digital menjadi kunci tingginya penjualan emas perseroan.
“BSI Emas yang kita usung menggunakan konsep digital. Produk ini memberikan kemudahan dan affordability, sehingga masyarakat bisa membeli emas dengan harga jauh lebih terjangkau,” ujarnya di sela acara BSI Fest Ramadhan 2026 di Tunjungan Plaza, Kamis (19/2/2026).
Berbeda dengan pembelian emas fisik yang umumnya minimal 0,5 gram atau 1 gram, melalui platform digital BSI masyarakat dapat membeli emas mulai dari 0,02 gram.
“Artinya memang sangat terjangkau. Bahkan secara harga lebih kompetitif dibandingkan emas fisik konvensional,” kata Arif.
Selain harga yang lebih murah, transaksi BSI Emas juga dapat dilakukan selama 24 jam secara daring. Nasabah dapat membeli maupun menjual emas kapan saja dan di mana saja.
Menurut Arif, kemudahan ini berpotensi mendorong pergeseran pola investasi masyarakat dari emas batangan ke emas digital sebagai bagian dari diversifikasi portofolio.
Sepanjang tahun lalu, jumlah nasabah BSI Emas tercatat sekitar 500 ribu orang. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan signifikan hingga mencapai 2 juta nasabah.
“Kami memang menyasar segmen Gen Z. Saat ini mungkin sekitar 50 persen pengguna berasal dari Gen Z, karena nominal pembeliannya kecil-kecil,” ujarnya.
Untuk tahun ini, BSI menargetkan pertumbuhan penjualan emas hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu, atau sekitar 6 ton secara nasional.
“Trennya terlihat meningkat, apalagi dengan harga emas yang semakin tinggi. Masyarakat melihat emas sebagai pelindung nilai,” pungkasnya.
Untuk menjaga pemerataan, BSI membatasi kepemilikan maksimal 100 gram per orang. “Supaya tidak diborong pembeli besar. Kita ingin ada demokratisasi pembelian emas,” tambahnya.
Sementara itu, Regional CEO BSI RO VIII Surabaya, Jajang Abdul Karim, menyebut kontribusi penjualan emas terhadap portofolio nasional BSI mencapai sekitar 25 persen.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan minat investasi emas yang tinggi. “Dari 12 region secara nasional, Jawa Timur bisa berkontribusi sekitar 25 persen. Ini menunjukkan masyarakat Jatim punya kepeminatan tinggi terhadap emas,” ujarnya
Ia menilai produk emas digital menjadi alternatif karena lebih praktis dibandingkan emas fisik. Selain bisa dibeli mulai Rp50 ribu, transaksi jual beli juga dapat dilakukan secara cepat.
“Emasnya tetap ada. Kalau mau dicetak juga bisa,” katanya.
Terkait BSI Fest Ramadhan 2026, Abdul Karim mengaku bahwa kegiatan ini dirancang lebih ekspansif untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. “Emas kami angkat sebagai narasi utama karena sifatnya yang safe haven dan sesuai syariah untuk menjaga nilai aset masyarakat di tengah dinamika ekonomi global," ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto