get app
inews
Aa Text
Read Next : Kabar Mengejutkan! KH Moh Hasan Mutawakkil Mengundurkan Diri dari Ketua MUI Jatim, Ini Respon Pusat

Model Baru Pengelolaan Zakat di Jatim, MUI Gandeng Kemenag dan FOZ Salurkan 2.026 Paket Anak Yatim

Senin, 23 Februari 2026 | 16:45 WIB
header img
Kolaborasi MUI Jatim, Kemenag, dan FOZ Jawa Timur menghadirkan program 2.026 paket sembako untuk anak yatim sebagai strategi pemberdayaan sosial berkelanjutan. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur memasuki babak baru. Bukan lagi berjalan sendiri-sendiri, sejumlah lembaga kini memilih bergandengan tangan demi memperluas manfaat bagi umat.

Kolaborasi itu terjalin antara Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur, Kementerian Agama Republik Indonesia Kantor Wilayah Jawa Timur, serta Forum Zakat (FOZ) Jawa Timur. Ketiganya sepakat memperkuat sinergi program sosial berbasis zakat dan kepedulian umat, dengan langkah awal menyalurkan 2.026 paket sembako untuk anak yatim di seluruh Jawa Timur.

Program kolaboratif ini akan dipusatkan di Kantor MUI Jawa Timur dan melibatkan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) serta MUI daerah se-Jatim. Angka 2.026 dipilih sebagai simbol gerakan bersama yang ingin menghadirkan dampak nyata dan berkelanjutan.


Kolaborasi MUI Jatim, Kemenag, dan FOZ Jawa Timur menghadirkan program 2.026 paket sembako untuk anak yatim sebagai strategi pemberdayaan sosial berkelanjutan. Foto Surabaya.iNews.id/arif

Kolaborasi tersebut diawali dengan audiensi antara MUI Jatim dan FOZ Jatim bersama jajaran Kanwil Kemenag Jawa Timur. Rombongan diterima langsung oleh Kabid Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf Kanwil Kemenag Jatim, Muhammad Arwani, serta Ketua Tim Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Abdul Wachid Rosjidin.

Abdul Wachid menyampaikan apresiasi atas inisiatif lintas lembaga ini. Menurutnya, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan harus diiringi dengan kerja sama agar hasilnya lebih maksimal.

“Selama ini masing-masing pihak memiliki program yang baik. Namun jika disinergikan, dampaknya akan jauh lebih besar dan terukur,” ujarnya.

Ia menegaskan, ajaran Islam tidak hanya mendorong fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan, tetapi juga menekankan ta’awun atau saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Prinsip inilah yang menjadi fondasi kolaborasi tersebut.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut