Model Baru Pengelolaan Zakat di Jatim, MUI Gandeng Kemenag dan FOZ Salurkan 2.026 Paket Anak Yatim
Wakil Ketua 1 PDU MUI Jatim, Prof. Moh. Mukhrojin, menilai langkah ini bukan hanya tentang pembagian sembako. Lebih dari itu, ini merupakan bagian dari strategi besar penguatan ekonomi dan kesejahteraan umat berbasis zakat.
“Pengelolaan zakat dan program sosial tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus ada kesatuan visi dan gerak agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan perhatian kita,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Sekretaris PDU MUI Jatim, Moch. Rizzqi Aladib. Ia menilai keterlibatan LAZ dan MUI daerah akan memastikan distribusi bantuan berjalan merata dan tepat sasaran.
Menurutnya, program 2.026 paket sembako ini diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara ulama, pemerintah, dan lembaga zakat di Jawa Timur.
Di balik angka ribuan paket sembako, ada harapan besar yang ingin ditanamkan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan pokok anak-anak yatim, sekaligus memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Kolaborasi MUI Jatim, Kemenag Jatim, dan FOZ Jatim menjadi contoh bahwa pemberdayaan umat akan lebih efektif ketika dilakukan bersama. Dengan sinergi yang terbangun, pengelolaan zakat, infak, dan sedekah tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga strategis dan berkelanjutan.
Ke depan, model kolaborasi ini diharapkan terus berkembang, sehingga pemberdayaan masyarakat Jawa Timur semakin terarah dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan umat
Editor : Arif Ardliyanto