get app
inews
Aa Text
Read Next : Menemukan Keheningan di Tengah Bisingnya Dunia Digital

Inspiratif! Konten Kreator Surabaya Ini Tetap Produktif Saat Puasa dan Konsisten Ibadah Ramadan

Selasa, 24 Februari 2026 | 06:53 WIB
header img
Ivan Dwi Putra menjadi contoh anak muda Surabaya yang tetap produktif sebagai konten kreator sekaligus menjaga ibadah, terutama di bulan Ramadan. Foto ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah derasnya arus dunia digital, tak sedikit anak muda terjebak dalam tuntutan eksistensi. Notifikasi tak pernah berhenti, algoritma terus berubah, dan standar “tampil sempurna” seolah menjadi kewajiban. Di Kota Surabaya, fenomena ini kian terasa, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai konten kreator.

Namun di tengah riuhnya dunia maya itu, sosok Ivan Dwi Putra hadir membawa pesan berbeda. Ia membuktikan bahwa kesibukan, popularitas, dan tuntutan profesional bukan alasan untuk melupakan keseimbangan hidup—termasuk dalam menjaga ibadah.

Ivan bukan nama baru di kalangan anak muda Surabaya. Sejak lama, ia dikenal aktif di dunia olahraga, khususnya basket. Ia sempat bermain di salah satu klub basket Surabaya sebelum akhirnya memperluas minatnya ke olahraga lain seperti tenis dan padel.

“Sejak kecil saya memang suka olahraga. Basket itu yang paling lama, sekarang lagi mencoba tenis dan padel,” ujarnya sambil tersenyum.

Semangat eksplorasinya tak hanya berhenti di lapangan. Dalam keseharian, Ivan juga berprofesi sebagai humas kampus di Politeknik Ubaya. Perannya menuntut ia tampil di depan publik—menjadi liaison officer, memandu acara sebagai MC, hingga berinteraksi dengan berbagai kalangan.Peran itu perlahan membentuk karakternya.

Tak banyak yang tahu, Ivan mengaku dulunya pribadi yang cukup introvert. Tampil di depan umum bukan sesuatu yang nyaman baginya.

“Dulu saya tipe yang tidak mau tampil. Lebih suka di belakang layar,” ungkapnya.

Namun dunia kerja dan tanggung jawab profesional memaksanya keluar dari zona nyaman. Alih-alih merasa terpaksa, Ivan justru melihatnya sebagai proses pertumbuhan diri.

“Ini bukan soal memalsukan diri, tapi proses growth. Saya belajar pelan-pelan sampai akhirnya terbiasa,” katanya.

Perjalanan itu pula yang membawanya serius menekuni dunia content creator selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kontennya yang banyak mengulas kuliner Surabaya membuatnya dikenal luas. Beberapa brand bahkan menggandengnya sebagai brand ambassador.

Di media sosial, ia terlihat aktif, energik, dan komunikatif. Namun di balik layar, ada prinsip hidup yang ia jaga kuat-kuat.

Bagi Ivan, popularitas dan produktivitas bukan segalanya. Ia menanamkan satu prinsip sederhana: ibadah adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Terutama saat bulan Ramadhan, ia berusaha menjaga ritme hidup agar tetap seimbang. Puasa bukan alasan untuk menurunkan performa kerja.

“Kalau saya pribadi, puasa justru jadi pengingat. Bahwa hidup bukan cuma soal dunia,” jelasnya.

Ia mengaku, konsistensi beribadah lahir dari kesadaran, bukan tekanan.

“Saya menganggap ibadah itu kebutuhan saya sebagai makhluk Tuhan. Kita hidup bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk kehidupan setelahnya,” tuturnya.

Di tengah budaya hustle dan tuntutan konten yang harus terus hadir setiap hari, menjaga keseimbangan bukan perkara mudah. Tapi bagi Ivan, justru di situlah letak makna hidup.

Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari jumlah pengikut, kerja sama brand, atau pencapaian materi. Ada dimensi lain yang tak kalah penting.

“Kita semua pasti akan meninggal. Jadi saya tidak mau hanya sibuk mengejar dunia. Harus ada yang dipersiapkan juga untuk akhirat,” ujarnya pelan.

Kisah Ivan Dwi Putra menjadi refleksi bagi banyak anak muda Surabaya—bahwa di tengah dunia digital yang serba cepat, masih ada ruang untuk hening. Bahwa menjadi konten kreator, profesional muda, atau figur publik tidak harus mengorbankan spiritualitas.

Di era ketika citra sering kali lebih penting daripada makna, Ivan memilih berjalan dengan keseimbangan. Produktif di dunia, tetap tertambat pada nilai-nilai yang ia yakini.Dan mungkin, di situlah letak eksistensi yang sesungguhnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut