Tak Kuasa Tahan Air Mata, 33 Purna Guru SMAN Surabaya Terima Tali Asih Alumni yang Tidak Dibayangkan
Di tempat terpisah, santunan juga diberikan kepada sembilan pondok pesantren dengan total 225 anak yatim sebagai penerima manfaat. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring donasi yang terus mengalir sepanjang bulan Ramadan.
Ketua Umum DPP Ikasmanca, Ir. Mudji Irmawan atau Cak Mawan, menegaskan bahwa kekuatan alumni terletak pada kolaborasi dan aksi nyata.
“Silaturahmi saja tidak cukup. Alumni harus bergerak memberi manfaat. Dari purna guru, anak yatim hingga lansia, semuanya kami rangkul. Selama donasi terus berjalan, insyaallah manfaatnya akan semakin luas,” katanya.
Rangkaian Ramadan Berkah juga diwarnai kajian Islam dan buka puasa bersama yang menghadirkan suasana kekeluargaan lintas angkatan. Majelis Taklim Ikasmanca, melalui ketuanya Anies Mushartaty, memastikan kegiatan ini dirancang seimbang antara penguatan spiritual dan aksi sosial.
“Ramadan adalah bulan berbagi dan memperkuat iman. Kami ingin alumni tidak hanya hadir dalam kajian, tetapi juga turun langsung membantu masyarakat,” tuturnya.
Sejumlah komunitas internal turut terlibat aktif, mulai dari Ikasmanca Bersepeda (IB) yang menggelar bakti sosial ceria untuk anak yatim, Ikasmanca Runner, Ikasmanca Fun Walk & Run, hingga Ikasmanca Basketball Community. Dukungan juga datang dari Masjid Pemuda Indonesia, Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM), dan Laboratorium Klinik Parahita.
Ramadan Berkah Ikasmanca tahun ini tak sekadar agenda tahunan. Di balik angka-angka bantuan yang disalurkan, ada cerita tentang murid yang tak melupakan gurunya, tentang alumni yang memilih kembali untuk berbagi, serta tentang kebersamaan yang terus tumbuh meski waktu telah memisahkan ruang kelas mereka.
Editor : Arif Ardliyanto