get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Emas Awal Ramadan 2026 Melonjak Tajam, Galeri24 dan Antam Tembus Rp3 Juta Lebih

Perang Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Emas, Siap-Siap Tembus Rp4 Juta

Senin, 02 Maret 2026 | 10:07 WIB
header img
Harga emas Antam dan Galeri24 mengalami kenaikan signifikan akibat ketegangan Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Prediksi harga emas 2026 bisa sentuh Rp4 juta. Foto Surabaya.iNews.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Ketegangan geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran tak hanya memanas di Timur Tengah. Getarannya terasa hingga Surabaya. Di tengah ketidakpastian global, harga emas terus merangkak naik dan membuat masyarakat mulai melirik logam mulia sebagai “pegangan aman”.

Per Senin, 2 Maret 2026, harga emas Galeri24 tercatat Rp3.130.000 per gram dengan harga buyback Rp2.936.000. Angka ini naik dibandingkan Jumat, 27 Februari 2026, yang berada di level Rp3.065.000 per gram dan buyback Rp2.875.000.

Kenaikan juga terjadi pada emas Antam. Saat ini, harga jual menyentuh Rp3.332.000 per gram dengan buyback Rp2.933.000. Padahal pada 27 Februari lalu, harganya masih Rp3.283.000 per gram dan buyback Rp2.872.000 per gram. Tren ini menunjukkan pergerakan yang cukup signifikan hanya dalam hitungan hari.

Di salah satu gerai emas di Surabaya, antrean pembeli mulai terlihat lebih ramai dari biasanya. Sebagian datang dengan wajah cemas, sebagian lain tampak mantap mengambil keputusan investasi. Mereka khawatir konflik global akan semakin meluas dan berdampak pada nilai tukar maupun stabilitas ekonomi.

Kepala Bagian Humas Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Mualimin, memprediksi harga emas masih berpotensi melonjak. Bahkan, ia memperkirakan angka Rp4 juta per gram bisa tercapai pada pertengahan 2026 jika situasi global belum mereda.

“Melihat kondisi ekonomi global dan perang yang terjadi di Timur Tengah, dampaknya sangat luar biasa terhadap harga emas. Jika konflik terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga emas tembus Rp4 juta,” ujarnya.

Menurutnya, emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven. Saat situasi dunia tidak stabil, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman. Itulah sebabnya, setiap ada eskalasi konflik internasional, harga emas hampir selalu ikut terdongkrak.

Namun, di balik angka-angka itu, ada cerita masyarakat yang mencoba bertahan. Bagi sebagian warga, membeli emas bukan sekadar investasi, melainkan bentuk rasa aman menghadapi ketidakpastian. Di tengah bayang-bayang perang global, logam kuning itu kembali menjadi simbol perlindungan nilai.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan hanya investor besar yang akan merasakan dampaknya. Masyarakat kecil pun harus cermat membaca situasi, agar keputusan finansial yang diambil benar-benar memberi manfaat di masa mendatang.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut