get app
inews
Aa Text
Read Next : Buka Digital Store di Unesa, Bank Ini Sasar Pasar Mahasiswa Jadi Pengguna Layanan Perbankan Modern

Bikin Haru! Mahasiswa Tuli di UNESA Ini Mengaji Al-Quran dengan Bahasa Isyarat Saat Ramadan

Selasa, 03 Maret 2026 | 04:46 WIB
header img
Program Mengaji Al-Qur’an Isyarat di UNESA Surabaya hadirkan ruang ibadah inklusif bagi mahasiswa tuli selama Ramadan. Digelar gratis di Masjid Baitul Makmur Ketintang, kegiatan ini jadi simbol kepedulian kampus. (Foto Surabaya.iNews.id/hendro).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana sore di Masjid Baitul Makmur, Kampus Ketintang, terasa berbeda sepanjang Ramadan ini. Di antara lantunan ayat suci, tampak jemari-jemari bergerak lincah menyampaikan makna. Bukan suara yang terdengar, melainkan bahasa isyarat yang menghidupkan pesan-pesan Al-Quran.

Di sinilah semangat inklusivitas benar-benar diwujudkan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Mengaji Al-Quran Isyarat. Kegiatan ini terbuka gratis bagi mahasiswa disabilitas tuli dan relawan, digelar rutin setiap Senin dan Kamis pukul 14.30–18.20 WIB selama bulan Ramadan.

Bagi sebagian mahasiswa tuli, momen ini bukan sekadar belajar mengaji. Ini tentang merasa dilibatkan. Tentang memiliki ruang yang setara.

Program ini merupakan hasil sinergi antara UNESA, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), Komunitas Tuli UNESA (KOTUNESA), serta UKM Peduli Disabilitas. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa kampus bukan hanya ruang akademik, tetapi juga ruang kemanusiaan.

Kegiatan diawali dengan pembelajaran Al-Quran Isyarat bersama Moch. Fadillah Akbar. Para peserta mengikuti setiap gerakan tangan dengan penuh konsentrasi. Setelah itu, sesi kultum Islami menghadirkan penceramah dengan dukungan Juru Bahasa Isyarat (JBI), sehingga pesan keagamaan dapat dipahami tanpa hambatan.

Setiap Senin, kultum diisi oleh Ustaz Moch. Khoirul Anwar, sedangkan Kamis menghadirkan Ustaz Azidni Rofiqo. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan salat dan buka puasa bersama, menciptakan kebersamaan yang hangat tanpa sekat.

Guru Besar Pendidikan Inklusi UNESA, Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd., menilai kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus melatih keterampilan bahasa isyarat mahasiswa.

“Momen ini digunakan untuk belajar agama Islam secara mendalam. Ke depan, mahasiswa diharapkan semakin lancar dan siap apabila suatu saat menjadi Juru Bahasa Isyarat,” ujarnya.

Artinya, program ini tidak hanya memberi akses, tetapi juga membangun kapasitas. Mahasiswa tidak sekadar menjadi peserta, tetapi dipersiapkan menjadi agen inklusi di masa depan.

Ketua pelaksana program, Syaifudin Fitroh—akrab disapa Fitro—mahasiswa Teknik Listrik semester 4 sekaligus anggota UKKI, menyebut kegiatan ini lahir dari kepedulian sederhana: memastikan teman-teman tuli tidak tertinggal dalam suasana Ramadan.

“Kami ingin memastikan teman-teman tuli bisa merasakan suasana Ramadan yang sama—belajar Al-Qur’an, mendengarkan tausiyah, dan berbuka bersama. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya berjalan di bulan Ramadan, tetapi bisa berlanjut dan semakin berkembang,” katanya.

Bagi Fitro dan timnya, inklusi bukan sekadar slogan. Ia tumbuh dari empati, lalu diwujudkan dalam aksi nyata.

Program Mengaji Al-Quran Isyarat ini menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah personal. Lebih dari itu, bulan suci menjadi ruang memperkuat nilai keadilan sosial dan pemerataan akses pendidikan agama bagi seluruh civitas akademika, tanpa terkecuali.

Di Masjid Baitul Makmur UNESA, pesan inklusivitas itu kini tidak hanya terdengar—tetapi juga terlihat, melalui gerakan tangan yang menyampaikan ayat-ayat suci dengan penuh keyakinan.

Dan dari sana, harapan tentang kampus yang benar-benar ramah disabilitas perlahan tumbuh dan mengakar.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut